Resmi Dibuka! Wagub Surya Pukul Gendang Tanda Jamda XI Sumut 2026 Dimulai, Ribuan Pramuka Siap Ukir Sejarah di Sibolangit

129

DELISERDANG – Suara tabuhan gendang bergema di kawasan hijau Bumi Perkemahan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Rabu (8/7/2026).

Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, secara resmi membuka Jambore Daerah (Jamda) XI Gerakan Pramuka Sumut 2026, menandai dimulainya pesta besar kepramukaan terbesar di Sumatera Utara yang diikuti ribuan Pramuka Penggalang.

Di hadapan lautan peserta seragam cokelat, Surya yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Sumut menyampaikan amanat penuh inspirasi.

Menurutnya, Jambore bukan sekadar rutinitas berkemah dan bersenang-senang. Ini adalah ruang sakral untuk menempa diri, mengasah kecerdasan intelektual, dan memperkuat karakter di tengah kerasnya tantangan era global.

“Jadilah generasi yang membawa solusi, bukan sekadar menjadi penonton perubahan zaman,” tegas Surya dengan lantang, disambut sorak semangat para peserta.

Ia mengajak seluruh Pramuka memanfaatkan setiap momen untuk menambah pengalaman, meluaskan persahabatan, mengasah kreativitas, dan membangun kepemimpinan sejati.

Pemprov Sumut berkomitmen menjadikan pembinaan generasi muda melalui Pramuka sebagai investasi jangka panjang daerah.

“Investasi terbaik bagi daerah adalah membangun manusia berkarakter, berintegritas, sehat, cerdas, dan berjiwa sosial,” ujar Surya.

Ia juga berpesan agar peserta menjaga kesehatan, disiplin, dan kebersihan lingkungan selama lima hari penuh kegiatan.

Momen Bersejarah: Pertama di Indonesia, Biaya Peserta Nol Rupiah!

Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Bachtiar Utomo, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kwartir Daerah Sumut. Ia menyoroti satu pencapaian luar biasa Jambore Daerah XI Sumut 2026 menjadi yang pertama di Indonesia yang tidak memungut biaya sama sekali kepada peserta.

Baca Juga : Pramuka Sumut Jadi Garda Depan Perang Melawan Narkoba, Bobby Nasution: Waktunya Ciptakan Generasi Unggul!

“Ini bukan sekadar perkemahan, ini ruang pembelajaran kehidupan bagi Pramuka Penggalang usia 11-15 tahun. Di sinilah persahabatan dibangun, kepemimpinan dilatih, karakter ditempa, dan cita-cita masa depan mulai dipersiapkan,” tutur Bachtiar.

Ia juga mengingatkan tantangan generasi muda saat ini yang sangat berat mulai dari krisis keteladanan, degradasi nilai, hingga ancaman narkoba yang menggerogoti daya juang.

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumut, Dikky Anugerah Panjaitan, melaporkan total 5.575 orang terlibat dalam gelaran akbar ini.

Terdiri atas 3.650 peserta Pramuka Penggalang, 250 pembina pendamping, 50 pimpinan kontingen, 265 panitia, serta ribuan pengunjung dan pelaku UMKM yang turut meramaikan.

Jambore Daerah XI Sumut 2026 akan berlangsung hingga 12 Juli 2026. Selama lima hari, para peserta akan mengikuti berbagai aktivitas kepramukaan, unjuk kreativitas, pertunjukan seni, serta lomba-lomba yang mengasah keterampilan dan jiwa kepemimpinan.

Hadir mendampingi dalam pembukaan tersebut antara lain Penjabat Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap, para Ketua Majelis Pembimbing Cabang se-Sumut, serta pimpinan OPD Pemprov Sumut.

Sejumlah kontingen dari berbagai kabupaten/kota telah tiba di Sibolangit dengan penuh antusias.

Kontingen Kota Binjai diberangkatkan sebanyak 160 peserta, Kota Pematangsiantar mengirim 75 peserta, Batu Bara 86 peserta, dan Kabupaten Asahan 115 peserta. Mereka semua siap mengikuti rangkaian kegiatan pembinaan karakter dan kepemimpinan.

Wagub Surya secara simbolis menyematkan tanda peserta sebagai bentuk resmi penyemangat bagi seluruh Pramuka yang hadir.

Dengan membawa semangat gotong royong dan nilai-nilai Pancasila, ribuan Pramuka Penggalang ini siap menjadi generasi emas yang tidak hanya cerdas, tetapi juga menjadi teladan dan pembawa solusi bagi bangsa dan negara. (Rel)