Pertalite & Pertamax Langka, Antrean Mengular di SPBU! Robi Barus Desak Pemko Tak Tinggal Diam
MEDAN – Krisis bahan bakar minyak (BBM) melanda Kota Medan dan sekitarnya sejak akhir pekan lalu. Pertalite, Pertamax 92, hingga Bio Solar dilaporkan kosong di sejumlah SPBU.
Akibatnya, antrean kendaraan mengular hingga ke badan jalan, memicu kemacetan parah di berbagai titik.
Di SPBU Jalan Gatot Subroto, papan pengumuman bertuliskan “Maaf Pertamax Habis” dan “Habis Semua Jangan Nanya Lagi” terpampang jelas.
Seorang pengendara mengaku terpaksa membeli Pertamax Turbo seharga Rp19.750 per liter hanya untuk mengisi 2 liter sebagai cadangan, karena antrean Pertalite yang mencapai ratusan meter. “Daripada antre berjam-jam, itu pun belum tentu dapat,” keluhnya.
Di Jalan HM Yamin, seorang warga bernama Wahyudi mengaku mengantre lebih dari 30 menit hanya untuk mengisi Pertamax yang biasanya tidak pernah sepadat ini.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut buka suara. Area Manager Communication Fahrougi Andriani Sumampouw menjelaskan, kelangkaan ini dipicu lonjakan permintaan saat libur sekolah yang terjadi bersamaan dengan penyesuaian operasional armada distribusi.
Wilayah yang terkena dampak mencakup Medan, Binjai, Deli Serdang, Langkat, hingga sejumlah daerah di Aceh. Untuk mengatasinya, Pertamina telah menambah 15 unit mobil tangki dan mengerahkan 30 awak tambahan, serta mengoptimalkan operasional Fuel Terminal Medan 24 jam.
Anggota Komisi I DPRD Medan, Robi Barus, mendesak Pemko Medan agar tidak tinggal diam.
“Kelangkaan BBM di Medan saat ini sudah sangat menyusahkan dan merugikan masyarakat. Pemko Medan tidak boleh tinggal diam,” tegasnya.
Menurut Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan itu, masyarakat berhak tahu penyebab kelangkaan, kapan kondisi ini berakhir, dan solusi apa yang akan dilakukan.
Robi menyoroti dampak ekonomi yang luar biasa. “Sejak BBM langka, ada berapa sopir angkot, driver ojol, dan masyarakat lainnya yang mengalami kerugian ekonomi? Transportasi adalah urat nadi perekonomian,” ujarnya.
Ia juga meminta Dinas Perhubungan Medan mengatur lalu lintas di sekitar SPBU yang macet akibat antrean.
Gubernur Sumut Bobby Nasution pun merespons. Ia akan segera berkoordinasi dengan Pertamina untuk mencari tahu kendala utama—apakah stok atau distribusi.
“Kalau memang di hal tersebut, kami tanyakan ke Pertamina apakah evaluasi distribusinya atau yang mungkin kami bantu percepat,” ujarnya.
Sementara itu, kelangkaan solar di Jalinsum membuat perjalanan bus Medan-Jakarta membengkak menjadi 4 hari lebih. Pengamat juga memperingatkan potensi gangguan distribusi pangan jika krisis ini berlanjut.
Pemko Medan melalui laman resminya mengklaim stok BBM aman dan mengimbau masyarakat tak panik. Namun realitas di lapangan SPBU kosong dan antrean mengular berbicara lain.
Masyarakat berharap koordinasi antara Pemko Medan, Pertamina, dan pemerintah provinsi segera membuahkan hasil. Jika tidak, kerugian materi dan immateri akan terus membayangi warga Kota Medan. (FD)