QRESTO Medan Jadi Best Practice di TP2DD Sumatera, Ini Cara Kerja Canggihnya

111

PALEMBANG – Sebuah gebrakan digital dari Kota Medan berhasil mencuri perhatian di ajang Capacity Building Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Regional Sumatera Tahun 2026 yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan di Palembang.

Acara yang baru-baru ini digelar bukan sekadar pemaparan biasa. Bapenda Kota Medan yang diwakili Kepala Bidang Pengembangan & Pengendalian Pajak & Retribusi Daerah, Popy Maya Syafira, tampil memukau dengan membawa QRESTO—sebuah terobosan yang kini menjadi best practice dan pusat perhatian para peserta dari seluruh Sumatera.

Apa sebenarnya QRESTO? Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization adalah sistem pembayaran pajak daerah berbasis split payment yang mengintegrasikan transaksi QRIS dengan penyetoran pajak secara otomatis dan real-time.

Bayangkan iniketika Anda makan di restoran atau menginap di hotel di Medan, saat melakukan pembayaran dengan QRIS, sistem secara cerdas langsung memisahkan 10 persen dari total transaksi sebagai pajak dan menyetorkannya ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) secara instan. Sisanya masuk ke rekening pengusaha.

Baca Juga : Medan Perkenalkan QRESTO di Rakernas APEKSI 2026: Terobosan Digital Pajak Daerah yang Bikin PAD Naik Drastis

“Tanpa pelaporan manual, tanpa jeda waktu,” tegas tim Bapenda dalam paparannya. Ini adalah lompatan revolusioner dari sistem self-assessment lama di mana restoran melaporkan pendapatan mereka secara manual setiap bulan sebuah celah yang kerap dimanfaatkan untuk manipulasi data.

Yang membuat medan pertempuran ini begitu menarik Kota Medan adalah daerah pertama di Indonesia yang menerapkan sistem pemisahan otomatis antara pembayaran konsumsi dan pajak restoran, kafe, hingga hotel.

Di forum yang berlangsung hingga 16 Juli 2026 ini, Bapenda Medan tidak hanya memamerkan kesuksesan. Mereka membedah strategi jitu: bagaimana memperluas digitalisasi layanan perpajakan, meningkatkan kepatuhan wajib pajak, hingga memperkuat sinergi dengan perbankan dan Bank Indonesia.

“Ini adalah wujud nyata komitmen Pemko Medan dalam mendorong digitalisasi birokrasi,” ujar Popy Maya Syafira di hadapan peserta.

TP2DD sendiri adalah program nasional yang bertujuan mengerek Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi transaksi pemerintah.

Di tengah gempuran inflasi dan tantangan fiskal global, inovasi seperti QRESTO menjadi senjata ampuh menutup kebocoran penerimaan dan memperkuat tata kelola keuangan yang transparan.

Dengan sistem ini, setiap rupiah pajak tercatat, tersalurkan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara transparan. Tidak heran jika para peserta dari kabupaten/kota se-Sumatera menyimak dengan antusias—berharap dapat mengadopsi inovasi serupa di daerah mereka.

Melalui forum strategis ini, Pemko Medan berharap sinergitas antardaerah semakin kuat. Berbagi praktik terbaik sekaligus mengadopsi inovasi dari daerah lain menjadi kunci percepatan transformasi digital pengelolaan keuangan daerah.

Kapasitas building yang digelar 14-16 Juli 2026 ini bukan sekadar pelatihan biasa. Ini adalah momentum kebangkitan digitalisasi pemerintah daerah di Sumatera dan QRESTO Medan menjadi bintang utamanya.

Dengan inovasi yang cerdas dan eksekusi yang tepat, Medan telah membuktikan bahwa transformasi digital bukan lagi wacana, tapi kenyataan yang mengubah cara daerah mengelola uang rakyat. Pertanyaannya sekarang siapkah daerah lain mengikuti jejak? (Rel)