Wamenkes Tinjau Skrining TB di Simalungun, Anton Siap Percepat Eliminasi

469

SIMALUNGUN – Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung percepatan eliminasi tuberkulosis (TB) melalui pelaksanaan skrining terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga ke pelosok desa.

Komitmen tersebut disampaikan Anton saat mendampingi Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benjamin Paulus Octavianus dalam kunjungan kerja meninjau pelaksanaan Skrining Tuberkulosis Terintegrasi CKG di Kabupaten Simalungun, Rabu (22/7/2026).

Kunjungan yang dipusatkan di Aula Mes Pora-Pora Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, itu turut dihadiri Wakil Bupati Simalungun Benny Gusman Sinaga, unsur Forkopimda, jajaran Kementerian Kesehatan, serta Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara Muhammad Faisal Hasrimy.

Sebelumnya, Wamenkes bersama rombongan disambut Pemkab Simalungun melalui jamuan makan malam di Hotel Niagara Parapat, Selasa (21/7/2026). Dalam penyambutan tersebut, Benjamin juga menerima penyematan pakaian adat Simalungun sebagai bentuk penghormatan dari masyarakat setempat.

Dalam arahannya, Benjamin mengatakan percepatan eliminasi TB menjadi salah satu prioritas nasional dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah kasus TB tertinggi kedua di dunia sehingga membutuhkan langkah luar biasa untuk menekan angka penularan.

Meski tingkat keberhasilan pengobatan pasien TB telah mencapai lebih dari 90 persen, Benjamin menilai tantangan terbesar saat ini adalah melakukan deteksi dini terhadap kontak erat penderita TB.

“Selama ini yang sudah sakit berhasil kita obati dengan baik. Tantangan berikutnya adalah memeriksa orang-orang yang tinggal serumah dengan penderita TB agar dapat dideteksi lebih dini,” kata Benjamin.

Ia menjelaskan pemerintah pusat telah mendukung program tersebut dengan menyalurkan satu unit X-Ray Portable untuk Kabupaten Simalungun dan akan menambah tiga unit lagi dalam waktu mendatang.

Menurutnya, alat tersebut memudahkan petugas kesehatan melakukan skrining langsung hingga ke daerah terpencil karena memiliki ukuran ringkas dan mudah dibawa ke lapangan.

Selain itu, pemerintah juga berencana melengkapi puskesmas rawat inap dengan fasilitas X-Ray permanen untuk mendukung pemeriksaan TB maupun penyakit lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Anton Achmad Saragih menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap penanganan kesehatan di Kabupaten Simalungun.

Ia mengatakan Kabupaten Simalungun memiliki tantangan tersendiri dalam penanganan TB karena wilayahnya yang luas dengan 32 kecamatan, 386 nagori dan 27 kelurahan serta didukung 46 puskesmas.

Baca Juga: Nobar Final Piala Dunia 2026, Bupati Anton: Sepak Bola Perkuat Kebersamaan Warga Simalungun

“Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi kami untuk memperkuat penemuan kasus TB secara aktif hingga ke pelosok desa,” ujar Anton.

Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak boleh hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi harus hadir langsung ke tengah masyarakat melalui sistem jemput bola.

Untuk mendukung upaya tersebut, Pemkab Simalungun telah menetapkan 228 lokus pelaksanaan Skrining TB Terintegrasi CKG yang tersebar di berbagai wilayah.

Anton berharap program tersebut dapat memperluas jangkauan layanan kesehatan, mempercepat deteksi kasus, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam penanganan TB.

“Kehadiran Bapak Wakil Menteri Kesehatan menjadi penyemangat bagi seluruh tenaga kesehatan dan kader di lapangan untuk terus bekerja memastikan tidak ada masyarakat yang terlewat dari skrining, diagnosis maupun pengobatan TB hingga tuntas,” katanya.

Anton juga berharap dukungan sarana dan prasarana kesehatan dari pemerintah pusat terus diperkuat, termasuk penambahan fasilitas Mobile X-Ray untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan target eliminasi TB di Kabupaten Simalungun. (RS)