Pemprov Sumut Genjot RSUD dr Thomsen Nias Jadi RS Andalan Kepulauan Nias
GUNUNGSITOLI – Selama ini, masyarakat Kepulauan Nias yang membutuhkan layanan kesehatan spesialis kerap harus menyeberang laut, menempuh perjalanan berjam-jam ke Medan atau pulau lainnya.
Namun, kondisi itu kini mulai berubah. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Thomsen Nias di Kota Gunungsitoli terus digenjot Pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar menjadi rumah sakit rujukan andalan yang mampu melayani masyarakat tanpa harus keluar pulau.
Komitmen itu ditegaskan langsung Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, saat meninjau RSUD dr Thomsen Nias, Rabu (22/7/2026).
Peninjauan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Pemprov Sumut di Kepulauan Nias pada 20-25 Juli 2026. Dalam kunjungannya, Wagub didampingi Staf Ahli I TP PKK Sumut Titiek Sugiharti dan Bupati Nias Ya’atulo Gulo.
Wagub Surya menyempatkan diri melihat langsung sejumlah fasilitas medis, termasuk ruang rawat inap dengan kapasitas 230 tempat tidur yang dinilai cukup memadai.
Lokasi RSUD yang berada di kawasan perkotaan juga menjadi nilai plus karena memudahkan akses masyarakat.
Yang menarik perhatian Wagub adalah keberadaan alat CT Scan di rumah sakit tipe C tersebut.
“Saya melihat ada peralatan medis yang bagus, termasuk CT Scan. Ini sangat berguna sebagai pemindai organ dalam, detail jaringan pembuluh darah, jadi dokter bisa tahu apakah ada masalah di dalam seperti sistem saraf. Saya sudah pernah diperiksa pakai ini,” ujar Surya.
Keberadaan CT Scan ini menjadi bukti bahwa RSUD dr Thomsen Nias telah memiliki standar layanan yang tidak kalah dengan rumah sakit di luar Pulau Nias.
Namun di balik kemajuan itu, ada masalah mendesak yang mengancam kualitas layanan. Direktur RSUD dr Thomsen Nias, Noferlina Zebua, mengungkapkan bahwa alat CT Scan yang dimiliki saat ini mengalami kerusakan.
Akibatnya, pasien yang membutuhkan pemeriksaan penunjang tersebut harus dirujuk ke luar Pulau Nias kembali mengulang masalah lama yang ingin dipecahkan.
“Harapan kami, kalau bisa dari Pemerintah Provinsi membantu perbaikannya. Karena suku cadangnya harganya Rp2 miliar,” ungkap Noferlina.
Selain perbaikan CT Scan, ia juga berharap ada dukungan pengadaan SDM berupa dokter spesialis dan perawat yang mengikuti pelatihan khusus, serta kelancaran logistik kesehatan ke Kepulauan Nias.
Wagub Surya membawa pesan khusus dari Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution. “Beliau ingin memastikan Kepulauan Nias ini keluar dari zona daerah tertinggal. Itu juga janji politik yang harus kita penuhi. Walaupun tidak bisa sekaligus, tetapi bertahap,” tegas Surya.
Sebagai informasi, empat kabupaten di Kepulauan Nias—Nias Utara, Nias Barat, Kabupaten Nias, dan Nias Selatan—termasuk dalam kategori daerah tertinggal di Sumatera Utara.
Sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas pembangunan Pemprov Sumut untuk lima tahun ke depan, bersama pendidikan, infrastruktur, dan pertanian.
Surya berpesan kepada seluruh jajaran RSUD dr Thomsen agar selalu mengedepankan pelayanan yang ramah, profesional, dan berintegritas.
“Bagaimana masyarakat merasa senang dan tenang datang ke RSUD ini. Walaupun pastinya pasien dalam keadaan sakit, tetapi sebelum diobati, orang sudah merasa berkurang penyakitnya karena pelayanannya memuaskan,” pesannya.
Bupati Nias Ya’atulo Gulo mengungkapkan kabar penting: Pemerintah pusat meminta Kabupaten Nias menyerahkan RSUD dr Thomsen ke Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Pemprov Sumut.
“Kami sendiri bersedia, tinggal menunggu prosesnya dan kesiapan Pemko untuk mengelola ini, termasuk SDM yang ada,” ujarnya. (Rel)