Bobby Nasution Siapkan RSUD dr. M. Thomsen Jadi RS Regional Kepulauan Nias

246

GUNUNGSITOLI — Kabar gembira bagi masyarakat Kepulauan Nias! Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, secara resmi menyiapkan RSUD dr. M. Thomsen di Kota Gunungsitoli menjadi rumah sakit regional yang akan melayani seluruh rujukan kesehatan dari empat kabupaten di Kepulauan Nias.

Keputusan monumental ini diumumkan Bobby Nasution saat meninjau langsung fasilitas kesehatan RSUD dr. M. Thomsen, kemarin dalam rangka agenda “Berkantor di Kepulauan Nias” yang berlangsung 5–9 Agustus 2026.

“Rumah sakit dr. Thomsen, kami akan putuskan biar diselesaikan bahwa rumah sakit ini sebenarnya rumah sakit regional, seluruh Kepulauan Nias rujukannya bisa ke sini,” tegas Bobby didampingi Kadis Kesehatan Provinsi Sumut, M. Faisal Hasrimy.

Di balik euforia ini, ternyata ada masalah klasik yang menghambat operasional rumah sakit berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) ini.

Seluruh aset RSUD dr. M. Thomsen masih tercatat sebagai milik Pemerintah Kabupaten Nias, padahal secara administratif wilayah tersebut kini masuk Kota Gunungsitoli pasca pemekaran.

Baca Juga : Dari Debu Jalanan ke Harapan Baru: Kisah Pengaspalan Jalan Nias Utara yang Dinanti Puluhan Tahun

“Jadi persoalannya, masalah administrasi saja karena pemekaran. Jadi bingung siapa yang membangun antara bupati atau wali kota,” ungkap Bobby.

Yang lebih memprihatinkan, Bobby menemukan fakta mengejutkan selama peninjauan:

· CT Scan sudah rusak selama 2 tahun—menyebabkan pasien harus dirujuk ke luar Pulau Nias
· Dokter spesialis saraf sudah tersedia, tetapi alat kesehatan tidak ada
· Rumah sakit hampir memiliki tenaga dokter lengkap—tapi belum sepenuhnya

“Rumah sakit ini merupakan rumah sakit yang hampir lengkap dokternya, bukan sudah lengkap. Tadi ada dokter saraf, alat kesehatannya tidak ada dan CT Scan sudah rusak selama 2 tahun, ini akan coba kita perbaiki,” janji Bobby.

Di sela peninjauan, Bobby menyapa langsung dua pasien yang memilukan:
· Fatiadi Zebua (65 tahun) — pengidap kanker tiroid
· Brilly Prathiwi Gulo (11 bulan) — bayi malang yang didiagnosis leukemia

Keduanya sudah memiliki BPJS Kesehatan, tetapi terkendala biaya transportasi untuk berobat ke Medan.Tanpa pikir panjang, Bobby memastikan Pemprov Sumut menanggung semua biaya transportasi mereka.

“Transportasi kita harap ya sama-samalah baik dari kabupaten atau pun provinsi, tapi yang kali ini kami tanggung semua,” ujar Bobby.

Bobby menegaskan akan menggelar rapat internal dengan seluruh bupati/wali kota se-Kepulauan Nias bersama Pemprov Sumut untuk membahas:
1. Penyelesaian status kepemilikan aset
2. Pengadaan alat medis yang rusak
3. Pemenuhan tenaga dokter spesialis

Kepulauan Nias kini punya harapan baru! Dengan komitmen Bobby Nasution, masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh berobat ke luar pulau. Akses kesehatan yang layak dan merata mulai terwujud di ujung barat Sumatera Utara. Pantau terus perkembangan terbaru hanya di sini! (Rel)