BPBD Simalungun Bantu Cari Anak Hanyut di Sungai Tanjung Pinggir

446

SIMALUNGUN –  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun bergabung dalam tim gabungan untuk mencari seorang anak yang hanyut di aliran Sungai Tanjung Pinggir, wilayah Kota Pematangsiantar, Senin (17/8/2026).

Korban diketahui bernama Qholil Hidayat Sitanggang (8), siswa SD 091608 Sinaksak, warga Lingkungan V, Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat kejadian, Qholil disebut sedang bersama ayahnya mencari daun pisang di sekitar aliran sungai.

Korban diduga terpeleset dan jatuh ke sungai sebelum hanyut terbawa arus yang cukup deras.

Mendapat informasi tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Simalungun Budiman Silalahi bersama tim langsung menuju lokasi untuk memantau pencarian dan berkoordinasi dengan unsur terkait.

“Mendengar peristiwa ini, kami bergegas turun ke lapangan dan terus berkoordinasi dengan seluruh unsur yang ada di lokasi. Harapan kita semua, korban segera ditemukan dan proses pencarian dapat berjalan secara maksimal,” ujar Budiman.

Tim BPBD Simalungun kemudian bergabung dengan tim gabungan untuk memperluas pencarian. Penyisiran dilakukan di sepanjang aliran sungai dan sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban.

Baca Juga: Gempa M6,4 Guncang Simalungun, Getaran Terasa Hingga 3 Provinsi! Ini Fakta Terkininya

Tim gabungan terdiri dari personel BPBD Kota Pematangsiantar dan BPBD Kabupaten Simalungun, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat setempat.

Hingga Senin malam, pencarian masih berlangsung. Tim terus melakukan penyisiran dengan tetap memperhatikan keselamatan personel di tengah kondisi aliran sungai.

Budiman mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika arus deras, kondisi tebing dan tepian sungai licin, serta saat cuaca kurang bersahabat.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas di sekitar sungai yang berisiko, terutama saat arus sedang deras. Keselamatan harus menjadi hal yang utama,” pungkasnya. (RS)