1,5 Tahun Pimpin Deli Serdang, Asri-Lom Lom Buka Ruang Kritik Publik

444

DELISERDANG – Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan dan Wakil Bupati Lom Lom Suwondo membuka ruang kritik dan evaluasi publik terhadap kinerja pemerintahannya selama 1,5 tahun terakhir. Forum yang menghadirkan akademisi, mahasiswa, aktivis, dan insan pers itu dimanfaatkan untuk menyoroti capaian sekaligus berbagai pekerjaan rumah yang masih perlu dibenahi.

Kegiatan refleksi yang berlangsung di Aula Cadika Lubuk Pakam, Selasa (18/8/2026), menjadi ajang dialog antara pemerintah daerah dan sejumlah elemen masyarakat.

Asri Ludin Tambunan mengatakan forum tersebut digelar untuk melengkapi berbagai aspirasi masyarakat yang selama ini dihimpun melalui program Berjemur dan kunjungan ke berbagai wilayah.

“Refleksi ini saya lakukan untuk mengambil elemen yang belum saya dapatkan. Selama ini kami sudah berkeliling mengambil aspirasi dari bawah dan masukan itu menjadi bagian dalam penyusunan anggaran serta kebijakan,” kata Asri.

Dalam paparannya, Asri menyebut sejumlah indikator pembangunan menunjukkan peningkatan. Cakupan Universal Health Coverage (UHC) mencapai 98,70 persen hingga Juli 2026, realisasi investasi sekitar Rp3,62 triliun, serta tingkat penyelesaian pengaduan masyarakat melalui aplikasi LAPOR mencapai 95,2 persen.

Baca Juga; Deliserdang Galang Kekuatan untuk Lindungi Pahlawan Devisa dari Hulu ke Hilir

Meski demikian, sejumlah peserta forum menilai pemerintah daerah masih perlu memperkuat komunikasi publik, keterbukaan informasi, serta partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.

Wakil Dekan I FISIP Universitas Sumatera Utara, Agus Riadi, menilai pembangunan Deli Serdang telah bergerak pada sektor pelayanan publik, pembangunan sumber daya manusia, ekonomi masyarakat, dan infrastruktur. Namun, capaian tersebut dinilai perlu lebih banyak diketahui masyarakat.

“Capaian pembangunan perlu terus dikomunikasikan agar masyarakat mengetahui apa yang sudah dilakukan pemerintah sekaligus dapat memberikan masukan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Dosen Magister Perencanaan Pembangunan Wilayah USU, Agus Purwoko. Ia menekankan pentingnya penguatan konektivitas wilayah dan transformasi digital untuk meningkatkan daya saing daerah serta menarik investasi.

Menurutnya, posisi strategis Deli Serdang harus didukung infrastruktur yang memadai dan pelayanan birokrasi yang semakin mudah diakses masyarakat.

Sementara itu, Ketua HMI Cabang Deli Serdang Fredi Mawan mendorong pemerintah daerah membuka ruang yang lebih besar bagi generasi muda dalam proses perencanaan pembangunan. Salah satu usulan yang disampaikan adalah pembentukan Musrenbang Tematik Pemuda.

“Kami ingin ada Musrenbang Tematik Pemuda sehingga aspirasi organisasi kepemudaan, mahasiswa dan BEM dapat masuk dalam perencanaan pembangunan daerah,” kata Fredi.

Baca Juga: Bobby Nasution Mediasi Sengketa Sekolah di Deliserdang, Siswa Kembali Belajar Senin Depan!

Masukan juga datang dari kalangan media. Wartawan senior Jenda Bangun menilai capaian pembangunan yang dipaparkan pemerintah layak diketahui masyarakat, namun keterbukaan data dan akses informasi bagi media perlu terus diperkuat.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo menegaskan pemerintah daerah tidak menutup diri terhadap kritik.

“Bagi kami, kritik dan masukan merupakan bagian dari demokrasi dan menjadi bahan evaluasi untuk melakukan pembenahan,” ujarnya.

Lom Lom mengakui capaian yang diraih selama 1,5 tahun belum sepenuhnya memuaskan sehingga pemerintah masih membutuhkan masukan dari berbagai pihak untuk memperbaiki kebijakan dan pelayanan publik.

Di akhir forum, Asri Ludin Tambunan menyatakan sejumlah usulan yang muncul akan ditindaklanjuti, termasuk penguatan komunikasi dengan media dan mahasiswa, peningkatan keterbukaan informasi publik, serta pembentukan Musrenbang Tematik Pemuda.

“Kita rutinkan pertemuan dengan media dan mahasiswa. Kemudian kita siapkan Musrenbang Tematik Pemuda agar aspirasi anak-anak muda dapat masuk dalam perencanaan pembangunan,” katanya. (RS)