Klarifikasi! Hanya Satu Mobil Dinas Jabatan, Dua Lainnya Bukan — Simak Penjelasan Resmi DPRD Medan

358

MEDAN — Heboh! Tiga unit kendaraan ringsek tertimpa pohon mahoni di kediaman Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen, Selasa (18/8/2026) malam.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB itu sontak menyedot perhatian publik. Pertanyaan besar pun muncul: apakah Ketua DPRD Medan benar-benar memiliki tiga mobil dinas sekaligus?

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Kota Medan, Erisda Hutasoit, SE, MSP, akhirnya buka suara. Kepada wartawan, Sabtu (22/8/2026), ia menegaskan bahwa ketiga kendaraan tersebut memiliki status dan fungsi yang berbeda bukan semuanya kendaraan dinas jabatan.

Ini Penjelasan Resminya:

Pertama, satu unit adalah kendaraan perorangan dinas (kendaraan dinas jabatan) yang penggunaannya melekat pada jabatan Ketua DPRD Medan. Ini adalah fasilitas resmi sesuai peraturan yang berlaku untuk menunjang tugas kedinasan.

Kedua, satu unit merupakan kendaraan operasional pendukung digunakan untuk mobilitas ajudan/ADC, pengawalan, pengamanan, serta kegiatan pendukung lainnya.

Baca Juga : Rumah Warga Medan Johor Dibangun Kembali Sepenuhnya Oleh Pemprov Sumut

Ketiga, satu unit lagi adalah kendaraan operasional Sekretariat DPRD Kota Medan yang bersifat sementara. Saat kejadian, kendaraan ini sedang digunakan mendukung peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI yang dihadiri Ketua DPRD.

“Yang melekat dengan jabatan Ketua DPRD Kota Medan itu tetap satu unit. Satu unit lainnya mobil operasional pendukung dan satu unit lagi mobil operasional Sekretariat yang sifatnya sementara,” tegas Erisda.

Erisda menekankan bahwa keberadaan tiga kendaraan di satu lokasi tidak berarti Ketua DPRD memiliki tiga kendaraan dinas jabatan. Hanya satu yang berstatus kendaraan perorangan dinas sesuai regulasi.

“Klarifikasi ini disampaikan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak terjadi kesalahpahaman,” ujarnya.

Terkait kerusakan, penanganan dan perbaikan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan masing-masing serta mekanisme administrasi pengelolaan barang milik daerah.

Di sisi lain, Erisda juga menyampaikan rasa prihatin atas bencana angin kencang disertai hujan deras yang melanda Medan.

“Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan proses penanganan dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan dampak cuaca ekstrem yang terjadi di Kota Medan. Puluhan pohon tumbang dilaporkan merusak rumah dan kendaraan warga. DPRD Medan pun berkomitmen untuk terus menjalankan tugas pelayanan publik meski di tengah situasi darurat.

Jadi, jangan terkecoh dengan tiga mobil yang sama-sama tertimpa pohon! Satu mobil dinas jabatan, dua lainnya kendaraan operasional dengan fungsi masing-masing. Sudah paham? (FD)