90 Warga Jalani Skrining TB di Jawa Maraja Bah Jambi, 37 Orang Terduga Tuberkulosis

341

SIMALUNGUN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melalui Dinas Kesehatan mengintensifkan upaya deteksi dini Tuberkulosis (TB) dengan menggelar skrining TB terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Pangulu Jawa Maraja itu mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Dari 90 warga yang mengikuti pemeriksaan, sebanyak 37 orang dinyatakan terduga TB dan akan menjalani pemeriksaan lanjutan melalui Tes Cepat Molekular (TCM).

Skrining tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk menemukan kasus TB sedini mungkin, terutama pada masyarakat yang memiliki kontak erat atau tinggal serumah dengan penderita TB, serta warga yang mengalami gejala dan faktor risiko tertular penyakit tersebut.

 

Tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun bersama Puskesmas Jawa Maraja melakukan berbagai pemeriksaan kesehatan, mulai dari pengecekan gula darah, tekanan darah, asam urat hingga pengambilan sampel dahak bagi warga yang terindikasi TB.

 

Selain pemeriksaan, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab, cara penularan, gejala serta langkah pencegahan penyakit TB.

 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun sekaligus Ketua Tim Skrining TB Terintegrasi CKG, Rosman Saragih SKM MKM, mengatakan kegiatan tersebut penting dilakukan karena angka kesakitan dan kematian akibat TB masih menjadi perhatian.

 

“Penyebaran bakteri TB terjadi melalui percikan ludah dari penderita dan berkembang cepat terutama di lingkungan yang padat dan kurang sehat. Risiko tertinggi dialami mereka yang tinggal serumah atau berinteraksi erat dengan penderita,” ujar Rosman.

 

Ia menjelaskan sejumlah gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk selama dua minggu atau lebih, penurunan berat badan, demam berkepanjangan, hilangnya nafsu makan, keringat berlebih pada malam hari serta kondisi tubuh yang terus-menerus lemas.

Baca Juga; Bobby : Mitra Driver Bukan Sekadar Mitra, Tapi Bagian dari Ekosistem Kesehatan Nasional

 

Rosman mengimbau masyarakat yang mengalami gejala tersebut agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih awal.

 

Menurutnya, kelompok yang paling rentan tertular TB meliputi perokok aktif, anak-anak, lanjut usia, penderita diabetes dan orang dengan HIV. Risiko penularan juga meningkat di kawasan padat penduduk dengan kondisi lingkungan yang kurang sehat.

 

“Jangan ragu, apalagi bimbang. TB bukan penyakit yang tidak bisa diobati. TB dapat disembuhkan. Mari kita bekerja sama untuk lebih sehat. Temukan, Obati, Sampai Sembuh Tuberkulosis atau TOSS-TB,” tegasnya.

 

Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun memastikan program skrining TB akan terus diperluas. Sebanyak 228 titik lokasi telah disiapkan sebagai sasaran pelaksanaan skrining di seluruh wilayah Kabupaten Simalungun, mulai dari lingkungan permukiman hingga lembaga pemasyarakatan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penemuan kasus, menekan angka penularan dan meningkatkan keberhasilan pengobatan TB di Kabupaten Simalungun. (RS)