Kolaborasi Emas Zakiyuddin & Wagub Sumut di World Rabies Day 2026, Kunci Medan Menuju Bebas Rabies 2030
MEDAN — Pemandangan berbeda tersaji di Lapangan Astaka, Pancing, Minggu (27/9/2026). Ribuan masyarakat tumpah ruah, bukan hanya untuk berolahraga, tetapi untuk sebuah misi kemanusiaan yang jauh lebih besar memutus rantai penyebaran rabies.
Dalam momen krusial ini, Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, tampil mendampingi Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Surya, B.Sc., melepas peserta Jalan Santai Bersama. Acara ini menjadi puncak dari rangkaian Perayaan Bulan Bakti Peternakan dan World Rabies Day 2026 tingkat Provinsi Sumatera Utara.
Kehadiran Zakiyuddin bukan sekadar seremonial belaka. Ini adalah simbol nyata dari komitmen Pemerintah Kota Medan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Di tengah tantangan kesehatan masyarakat, kolaborasi adalah kunci. Pemerintah Kota Medan menyadari bahwa rabies bukan hanya masalah hewan, tetapi juga ancaman serius bagi keselamatan manusia.
Oleh karena itu, dukungan penuh terhadap visi besar Sumatera Utara Bebas Rabies 2030 menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar.
“Pemerintah Kota Medan siap mendukung penuh komitmen Pemprov Sumut menuju Provinsi Bebas Rabies pada tahun 2030, demi kesehatan dan keselamatan seluruh masyarakat,” tegas Zakiyuddin dengan penuh keyakinan.
Pernyataan ini menegaskan bahwa Medan, sebagai ibu kota provinsi, mengambil peran sentral dalam mengedukasi dan melindungi warganya dari bahaya rabies.
Namun, acara ini jauh lebih dari sekadar jalan santai. Ini adalah bukti nyata aksi di lapangan. Berbagai layanan kesehatan hewan digelar secara gratis, mulai dari vaksinasi rabies massal, pengobatan hewan, hingga kastrasi gratis bagi kucing jantan.
Antusiasme masyarakat luar biasa. Mereka berbondong-bondong membawa hewan kesayangan mereka, menyadari pentingnya perlindungan dini.
Tidak hanya itu, kemeriahan semakin terasa dengan adanya kontes hewan kesayangan dan kontes hewan ternak, yang menjadi wadah edukasi sekaligus apresiasi bagi para pelaku peternakan dan pecinta hewan.
Puncak acara ditandai dengan sebuah pencapaian luar biasa: penyerahan rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk vaksinasi rabies massal.
Sebuah bukti bahwa upaya kolektif ini tidak main-main dan telah diakui secara nasional. Penghargaan ini menjadi cambuk semangat bagi seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara untuk terus bergerak.
Dalam kesempatan tersebut, Zakiyuddin juga menerima piagam penghargaan langsung dari Wagub Surya, sebuah pengakuan atas dedikasi Pemko Medan.
Momen ini menjadi pengingat bahwa perjuangan menuju bebas rabies membutuhkan sinergi lintas daerah yang solid. Penanganan rabies memerlukan pendekatan holistik, mulai dari kesadaran masyarakat, ketersediaan vaksin, hingga komitmen politik yang kuat.
Melalui kegiatan ini, Pemko Medan, Pemprov Sumut, dan seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Sumatera Utara menunjukkan satu suara, satu langkah, menuju tujuan yang sama.
Ini bukan akhir, melainkan awal dari gerakan berkelanjutan. World Rabies Day 2026 di Medan bukan hanya sebuah perayaan, tetapi sebuah deklarasi perang terhadap rabies. Mari bersatu, jaga hewan, lindungi manusia, wujudkan Sumatera Utara Bebas Rabies 2030! (FD/Rel)