Rocky Gerung di Wantimpres: Strategi Prabowo Rekrut Kritikus atau Jinakkan Suara?

401

JAKARTA — Istana Kepresidenan jadi sorotan. Jumat (2/10/2026), Presiden Prabowo Subianto melantik Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI. Dari 26 nama, satu paling mencuri perhatian Rocky Gerung.

Rocky yang dikenal tajam mengkritik kekuasaan resmi duduk sebagai anggota Wantimpres. Pelantikan dipimpin Prabowo, diawali Indonesia Raya.

Pratikno jadi Ketua Wantimpres, Hatta Rajasa Wakil Ketua. Setelah keduanya menandatangani berita acara, anggota lain dipanggil satu per satu. Rocky maju dan menandatangani dokumen pelantikan.

Ini bukan sekadar rotasi pejabat. Kehadiran Rocky di lingkaran pertimbangan presiden memicu tanya kritik akan tetap tajam atau berubah jadi bahasa kekuasaan?

Ada yang menyebut Prabowo merangkul semua suara. Ada pula yang menduga kritikus sedang dijinakkan. Wantimpres mendadak bukan lembaga sepi pemberitaan.

Baca Juga : Prabowo Rombak Kabinet Merah Putih: Fenomena “Cross-Posting” Elite, Bahlil Rangkap Jabatan, Listyo Ke KSP

Prabowo juga melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI. Wakil Kepala Bakom RI dijabat Fadli Tri Hartono. Bakom jadi instrumen penting komunikasi pemerintah di era banjir informasi.

Kombinasi Wantimpres dan Bakom menunjukkan Prabowo menyiapkan tim pertimbangan sekaligus tim komunikasi yang tak biasa.

Total 26 tokoh dan pejabat ditunjuk berdasarkan Keppres. Komposisi ini jadi wajah baru Wantimpres era Prabowo. Jika biasanya diisi senior birokrat dan politikus, kini ada figur kontroversial dengan audiens kuat di media sosial.

Dampaknya, setiap pernyataan Rocky berpotensi jadi berita, tren, bahkan kontroversi baru.

Pelantikan berlangsung tenang, tapi jagat digital ramai. Warganet terbelah: ada yang memuji langkah cerdas merekrut kritikus ada yang menilai politik penjinakan.

Satu hal jelas kursi Wantimpres bukan sekadar kehormatan. Ia menyangkut arah kebijakan dan masa depan demokrasi.

Bagi Prabowo, ini strategi absorbsi opini. Bagi Rocky, ujian integritas. Bagi publik, tontonan politik yang wajib diawasi. Akankah Rocky jadi suara kritis di dalam istana?

Atau bagian dari status quo? Jawabannya belum ada. Yang pasti, pelantikan 2 Oktober 2026 dikenang sebagai momen tak terduga. Pantau terus Wantimpres, Bakom RI, dan langkah Prabowo berikutnya. Analisis beda dan tajam hanya di kanal ini. (FD)