Air Mata Keluarga Menanti Identifikasi Korban ALS: Dishub Sumut Pastikan Proses 2 Pekan, Semua Biaya Ditanggung Perusahaan

MEDAN – Duka masih menyelimuti puluhan keluarga korban kecelakaan bus milik PT Antar Lintas Sumatera (ALS) di Provinsi Sumatera Selatan.

Hingga kini, proses identifikasi terhadap para korban belum rampung. Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) turun tangan mengawal proses ini, memastikan tak ada satupun korban yang luput dari identifikasi.

Kepala Dishub Sumut, Yuda Pratiwi Setiawan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirimkan staf langsung ke Sumatera Selatan. Langkah ini diambil untuk memantau pelayanan dan memberikan pendampingan kepada keluarga korban yang masih berjuang mencari sanak saudaranya.

“Kita sudah koordinasi dengan kepolisian Sumsel. Kita juga kirim staf ke lokasi untuk melihat langsung proses pelayanan dan keluarga yang datang mencari kerabatnya,”* ujar Yuda, Selasa (12/5/2026).

Dalam koordinasi tersebut, terungkap bahwa proses identifikasi korban diperkirakan memakan waktu hingga dua pekan ke depan.

Baca Juga : Maut Beruntun Di Jalan Tol! Bus Halmahera Terguling Tewaskan 4 Orang, Baru Sepekan Setelah Tragedi ALS Di Sumsel

Mengapa lama? Karena tim forensik harus mencocokkan sampel DNA dari keluarga korban dengan jenazah yang ditemukan di lokasi kejadian tragis.

Para keluarga yang sebelumnya dibawa ke Sumatera Selatan untuk menjalani tes DNA kini sudah dipulangkan ke daerah asal masing-masing. Mereka hanya bisa menunggu kabar dengan harapan dan doa.

“Hasil koordinasi, dibutuhkan waktu dua minggu untuk mengidentifikasi korban kepada keluarga. Maka para keluarga sudah kembali ke rumahnya masing-masing,” tutur Yuda.

Kabar menggembirakan di tengah duka: seluruh proses identifikasi hingga pemakaman akan ditanggung penuh oleh PT ALS. Yuda menegaskan bahwa perusahaan menunjukkan komitmen kuat untuk bertanggung jawab penuh.

“Keluarga akan dipanggil kembali dua minggu setelah kejadian. Semuanya dibiayai oleh ALS. Komitmen mereka, tanggung jawab sampai jenazah korban dikuburkan di kediaman masing-masing,” tegasnya.

Insiden maut bus ALS ini menyisakan luka mendalam. Namun, langkah cepat Dishub Sumut dan kepolisian Sumsel patut diapresiasi. Dengan pendekatan DNA dan biaya penuh dari perusahaan, keluarga korban setidaknya tak dibebani urusan administrasi yang rumit.

Yang perlu diketahui publik:

· Proses identifikasi korban ALS berlangsung di RS Bhayangkara Palembang dan RS M. Hoesin.
· Tes DNA dilakukan karena kondisi jenazah sulit dikenali secara visual akibat dampak kecelakaan.
· Dishub Sumut menjadikan kasus ini sebagai evaluasi keselamatan bus antarlintas sumatera.

Bagi keluarga yang masih menunggu, dua pekan terasa begitu panjang. Namun, kepastian identifikasi dan jaminan pemakaman layak menjadi fokus utama. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

Pantau terus perkembangan identifikasi korban ALS hanya di sini. Jangan lupa bagikan artikel ini agar informasi menjangkau lebih banyak keluarga yang mungkin membutuhkan. (FD)

#BusALS#DishubSumut#IdentifikasiKorban#KecelakaanALS#Kitamedandotcon#ViralSumut