JAKARTA – Skandal beras oplosan yang menggemparkan Indonesia akhirnya mulai terungkap! Satgas Pangan Polri telah menetapkan 6 tersangka dari 6 produsen beras ternama, termasuk PT Food Station (FS) dan PT Padi Indonesia Maju (PIM).
Modusnya? Mencatut label “premium” padahal beras oplosan tidak memenuhi standar mutu, merugikan negara hampir Rp100 triliun!
Menteri Pertanian Murka, Polri Bergerak Cepat
Menteri Pertanian Amran Sulaiman geram dengan praktik curang ini dan mendorong Polri bertindak tegas. Brigjen Pol Helfi Assegaf, Kepala Satgas Pangan Polri, mengonfirmasi bahwa penyidikan telah membuahkan hasil:
6 Merek Beras Terbukti Oplosan
– Sania, Fortune, Sofia, Siip (PT PIM)
– Ramos Merah, Ramos Biru, Ramos Pulen (PT FS)
– Jelita & Anak Kembar (Toko SY)
6 Tersangka Ditangkap
1. KG (Dirut PT FS)
2. RL (Direktur Operasional PT FS)
3. FP (Kepala QC PT FS)
4. S (Presdir PT PIM)
5. AI (Kepala Pabrik PT PIM)
6. DO (Kepala QC PT PIM)
Modus Operandi: Tipu Konsumen dengan Label Premium Palsu
Pelaku terbukti melanggar SNI 6128:2020 dan Permentan No. 31/2017 tentang standar mutu beras. Mereka mencampur beras berkualitas rendah lalu mengemasnya sebagai produk premium.
Bukti yang Disita
– 13.740 karung beras oplosan merek Sania, Fortune, Siip, Sofia
– 58,9 ton beras patah dalam kemasan 2,5 kg dan 5 kg
“Ini kejahatan terstruktur yang merugikan rakyat dan negara. Kami akan terus usut hingga ke akar-akarnya!” tegas Helfi dalam konferensi pers kemarin.
Polri masih mendalami keterlibatan pihak lain. Masyarakat diminta waspada dan laporkan jika menemukan praktik serupa! (CNBC)