Ekonomi Israel vs Iran: Siapa yang Lebih Tahan Hadapi Perang?

KONFLIK Israel-Iran yang memanas sejak Jumat (14/6/2025) tidak hanya memakan korban jiwa, tetapi juga menggerus ekonomi kedua negara.

Dengan biaya perang mencapai miliaran dolar, pertanyaan besar muncul: bisakah kedua negara bertahan dari dampak finansialnya?

Biaya Perang bagi Israel: Defisit Membengkak, Peringkat Kredit Terancam
Israel sudah menanggung beban berat dari perang Gaza sejak Oktober 2023. Menurut laporan Calcalist (Januari 2024), biaya perang Gaza mencapai $67,5 miliar (250 miliar shekel) hingga akhir 2024. Namun, eskalasi dengan Iran memperburuk situasi:

– Ynet News (15 Juni 2024) mengutip mantan penasihat keuangan militer Israel melaporkan, dua hari pertempuran dengan Iran menghabiskan $1,45 miliar (5,5 miliar shekel).
– Jika konflik berlanjut, Israel bisa menghabiskan biaya perang Gaza dalam 7 minggu.
– Anggaran pertahanan melonjak dari $17 miliar (2023) menjadi $34 miliar (2025).

Dampak lain:
– CofaceBDI melaporkan 60.000 perusahaan Israel gulung tikar akibat kekurangan tenaga kerja dan gangguan logistik.
– S&P Global Ratings (18 Juni 2024) mengeluarkan peringatan keras dan mengancam turunkan peringkat kredit Israel dari A ke A-, yang bisa meningkatkan biaya utang dan mengusik investor.

Iran Terjepit Sanksi, Ekspor Minyak Anjlok
Iran, yang sudah lama terhimpit sanksi AS, kini menghadapi pukulan tambahan:

– Data Kpler menunjukkan ekspor minyak mentah Iran turun drastis dari 242.000 barel/hari (bpd) menjadi 102.000 bpd.
– LSEG melaporkan Pulau Kharg, pusat ekspor minyak Iran, berhenti beroperasi sejak serangan Israel.
– Ladang gas South Pars (penghasil 80% gas Iran) diserang, produksi terganggu.

Sanksi AS menghancurkan pendapatan Iran:
– Badan Informasi Energi AS (EIA) mencatat ekspor minyak Iran anjlok dari 2,8 juta bpd (2016) jadi 200.000 bpd (2023).
– Pendapatan minyak hanya $50 miliar (2022-2023), jauh di bawah masa kejayaan.
– Mata uang rial terdepresiasi 90% sejak 2018, inflasi meroket hingga 50% menurut analis TS Lombard, Hamzeh Al Gaaod.

Siapa yang Lebih Rentan?
– Israel : Masih punya dana besar, tapi defisit dan utang mengancam stabilitas.
– Iran: Sudah babak belur oleh sanksi, cadangan devisa $33 miliar bisa habis jika perang berkepanjangan.

Analis Analis TS Lombard, Hamzeh Al Gaaod memprediksi jika konflik meluas, kedua ekonomi bisa kolaps. Israel harus memilih antara keamanan atau stabilitas fiskal, sementara Iran bisa menghadapi krisis ekonomi lebih dalam. (RedaksiKitaMedan.Com)

#DefisitIsrael#InvestasiRisiko#Iran#Israel#KrisisEkonomi#Minyak#MinyakAnjlok#PDBTurun#Perang#SanksiIran#Utang