TEHERAN – Dalam eskalasi terbaru konflik dengan Israel, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sukses melakukan debut operasional rudal balistik Kheibar Shekan generasi ketiga dengan multi hulu ledak canggih.
Peluncuran ini menjadi bagian dari gelombang ke-20 Operasi True Promise III, yang digelar sebagai balasan atas serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan.
Rudal Kheibar Shekan: Teknologi Baru dengan Daya Rusak Maksimal
Menurut pernyataan resmi IRGC, rudal Kheibar Shekan (“Penghancur Benteng Kheibar”) mencatat sejarah sebagai rudal balistik pertama dengan kemampuan manuver hulu ledak yang mampu mengubah lintasan saat fase jatuh. Teknologi ini memastikan presisi tinggi, menghantam sasaran seperti:
– Bandara Ben Gurion, Tel Aviv
– Pusat Riset Biologi Militer Israel
– Markas Komando Cadangan Rezim Zionis
Dengan 40 rudal berbahan bakar padat dan cair yang diluncurkan, IRGC mengklaim serangan ini memicu kekacauan di wilayah pendudukan Palestina.
Sirene peringatan baru berbunyi setelah rudal mencapai target menunjukkan kecepatan dan ketepatan yang sulit dideteksi sistem pertahanan Israel.
Eskalasi Konflik: Iran Tegaskan Belum Gunakan “Kemampuan Inti”
IRGC menegaskan bahwa operasi ini hanya sebagian kecil dari kekuatan militer Iran. “Kemampuan inti Angkatan Bersenjata Iran belum diaktifkan,” tegas pernyataan tersebut, mengisyaratkan ancaman lebih besar jika Israel melanjutkan provokasi.
Di sisi lain, Times of Israel melaporkan 9.000 warga Israel mengungsi akibat serangan Iran, dengan ribuan orang mengungsi ke hotel atau rumah kerabat. Serangan sebelumnya telah menewaskan 400 warga Iran, termasuk ilmuwan, militer, dan pelajar, sejak 13 Juni lalu.
Analisis: Mampukah Israel Hadapi Ancaman Rudal Generasi Baru Iran?
Pakar pertahanan global menyoroti keunggulan Kheibar Shekan :
– Multi-hulu ledak dengan daya hancur tinggi
– Manuver tak terduga yang membypass sistem Iron Dome
– Kecepatan hipersonik mengurangi waktu respons musuh
Dengan Israel masih bergantung pada dukungan AS, apakah Netanyahu akan membalas atau mencari solusi diplomatik? Simak perkembangan terbaru di laman kami! (RedaksiKitaMedan.Com)