TEHERAN – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim serangan besar-besaran terhadap 14 fasilitas militer dan industri kunci Israel berhasil dilakukan semalam, dalam gelombang ke-18 Operasi True Promise III.
Serangan ini disebut sebagai salah satu yang paling inovatif dan mematikan dalam sejarah konflik terkini, menggabungkan rudal jarak jauh dan drone kamikaze untuk menerobos pertahanan udara Israel.
Target Utama Hancur, Termasuk Pusat AI Militer & Kilang Minyak Haifa
Brigadir Jenderal Ali-Mohammad Naini, juru bicara IRGC, mengonfirmasi bahwa serangan ini telah “mengacaukan keseimbangan perang Zionis”. Beberapa lokasi strategis yang dihantam meliputi:
– Menara Sail di Haifa (markas Laboratorium AI12 & kontraktor perang cyber Israel) – runtuh sebagian
– Pembangkit Listrik Hadera & Kilang Minyak Haifa – kerusakan parah
– Pangkalan Udara Uda (pusat komando siber Israel)
– Zona Industri Semikonduktor Kiryat Gat (pusat produksi chip militer)
– Pusat Sistem Pertahanan Rafael (pengembang rudal Iron Dome)
Strategi Iran: Serangan Bertahap untuk Lumpuhkan Pertahanan Israel
Naini mengungkapkan, IRGC menggunakan taktik canggih dengan kombinasi rudal Qadr dan drone kamikaze untuk menembus pertahanan berlapis Israel. Gelombang ke-19 masih berlangsung dini hari, dengan serangan drone besar-besaran dari Galilea hingga Negev, bertujuan menguras sistem pertahanan udara musuh.
“Kami buat mereka tidak bisa memprediksi serangan berikutnya,” tegas Naini.
Balasan atas Agresi Israel, Korban Sipil Iran Capai Ratusan
Operasi ini merupakan respons defensif Iran setelah serangan Israel pada 13 Juni 2025 yang menewaskan pejabat militer, ilmuwan nuklir, dan 430 warga sipil Iran (3.500 luka-luka), termasuk banyak perempuan dan anak-anak. (TehranTimes)