Israel Targetkan Polisi Iran dalam Perang 12 Hari : Menteri Dalam Negeri Beberkan Strategi “Kekacauan Internal”

TEHERAN – Menteri Dalam Negeri Iran, Eskandar Momeni, mengungkapkan bahwa polisi menjadi sasaran utama serangan Israel dalam perang 12 hari terakhir. Dalam wawancara televisi Jumat (24/5/2025), ia menyebut hampir 150 personel polisi tewas akibat serangan yang didesain untuk menciptakan kekacauan di dalam negeri.

Polisi Jadi Target Utama, Pertanda Kepanikan Israel?
Momeni menegaskan serangan ke kantor polisi—biasanya bukan target utama dalam perang konvensional—menunjukkan kegagalan Israel mencapai tujuan militernya.

“Dalam perang biasa, polisi diserang terakhir, setelah fasilitas militer dan warga sipil. Tapi di sini, mereka justru jadi sasaran pertama,” tegasnya.

Serangan difokuskan pada:
– Markas Komando Polisi Metropolitan Teheran (Polisi 110)
– Unit Pusat dan Pencegahan Polisi

Analis menyebut ini bagian dari strategi perubahan rezim Israel, dengan menargetkan lembaga keamanan seperti Komando Penegakan Hukum Iran (LEC) untuk melemahkan stabilitas negara.

1 Juta Warga Iran Berduka, Bukti Solidaritas Nasional
Pernyataan Momeni diperkuat oleh pemakaman massal di Teheran, di mana lebih dari 1 juta orang mengiringi kepergian para syuhada, termasuk:
– Prajurit Garda Revolusi (IRGC)
– Ilmuwan nuklir
– Warga sipil

“Rakyat sadar, ini bukan konflik internal, tapi soal keamanan nasional,” ujarnya.

Imigran Ilegal & Ancaman Keamanan
Momeni juga menyoroti infiltrasi Israel melalui imigran ilegal. Beberapa warga Afghanistan tanpa dokumen ditangkap karena diduga membantu operasi Israel.

“Kami tidak benci tetangga, tapi tidak bisa terima orang asing yang membahayakan keamanan,” tegasnya.

Jaksa Agung Iran, Mohammad Movahedi-Azad, memperingatkan imigran ilegal untuk segera pergi atau berhadapan dengan hukum.

Strategi Pertahanan Iran: “Jangan Taruh Semua Telur dalam Satu Keranjang”
Momeni mengungkapkan taktik pertahanan non-pasif, seperti:
– Desentralisasi aset penting
– Kolaborasi masyarakat & aparat

“Masyarakat adalah mitra kami. Merusak solidaritas mereka adalah pengkhianatan,” pungkasnya. (FD/Aljazeera)

#Iran#Israel#PerangIranIsrael#PolisiIran#StabilitasNasional#Teheran