MEDAN – Kontingen Sumatera Utara meraih hasil yang kurang memuaskan dalam Festival Olahraga Nasional (FORNAS) 2025 di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dengan hanya 8 emas, 10 perak, dan 8 perunggu, Sumut berada di peringkat 20 klasemen akhir, jauh di bawah capaian FORNAS 2023 di Jawa Barat (15 emas, 20 perak, 7 perunggu).
Minimnya Kuota dan Pendanaan Jadi Masalah Utama
Banyak pegiat olahraga (Inorga) mengeluhkan keterbatasan kuota dan pendanaan dari KORMI Sumut (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia). Sejumlah atlet bahkan terpaksa menggunakan dana pribadi untuk berangkat, dengan janji penggantian dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut.
Ketua KORMI Sumut H. Baharuddin Siagian (Bupati Batubara), hadir di penutupan FORNAS dan memberikan pinjaman Rp5-15 juta kepada beberapa ketua Inorga yang masih di Lombok. Namun, banyak yang sudah pulang tidak mendapat bantuan tersebut.
Kisah Perjuangan Atlet Sumut
1. Emil (IDCA Sumut)
– Hanya dapat kuota 1 atlet tapi berhasil bawa pulang 1 perak. “Kami terpaksa pakai dana sendiri, tapi Alhamdulillah bisa dapat medali,” kata Emil.
2. Yus Adipati (IOSKI Sumut)
– Raih 1 emas, 2 perak, 1 perunggu (lebih baik dari FORNAS 2023).
– Namun, biaya akomodasi mencapai Rp45 juta, sementara pinjaman dari KORMI hanya Rp15 juta.
“Kami pulang lewat Bali untuk hemat biaya. Banyak Inorga bahkan gagal berangkat karena dana tak cair,” ujar Yus.
Tuntutan kepada Pemprov Sumut
Para atlet meminta:
✔ Pencairan cepat dana hibah dari Pemprov Sumut.
✔ Bonus untuk atlet berprestasi & pelatih sebagai apresiasi.
✔ Evaluasi sistem pendanaan KORMI agar lebih transparan.
Apa Kata Dispora Sumut?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Kadispora Sumut terkait keluhan para atlet. (Rel)