MALUKU TENGAH – Suasana damai pasca-Lebaran di Maluku Tengah berubah mencekam saat bentrokan berdarah antara pemuda Desa Sawai dan Desa Rumaholat merenggut nyawa Bripka Husni Abdullah, Kanit Intel Polsek Wahai.
Sang perwira tewas ditembak orang tak dikenal (OTK) saat berusaha melerai kerusuhan. Apa pemicu konflik dan bagaimana kondisi terkini?
Kronologi Maut: Dari Leraikan Bentrok Hingga Tewas Tertembak
1. Pukul 09.00 WIT : Bentrokan pecah di Kecamatan Seram Utara. Kedua desa saling serang dengan senjata tajam dan panah tradisional.
2. Tim Polsek Wahai Diterjunkan : Bripka Husni memimpin upaya melerai massa yang sudah tak terkendali.
3. Tembakan Misterius : Saat berusaha menenangkan warga, peluru nyasar dari OTK menembus tubuh Husni. Korban tebus di tempat.
4. Penyelidikan Mendalam : Polisi masih selidiki apakah tembakan berasal dari kelompok bentrok atau pihak ketiga.
Pernyataan Resmi Polda Maluku
“Kami menyayangkan insiden ini. Almarhum adalah sosok dedikatif. Kami prioritaskan pengamanan dan pendalaman motif,” tegas Kombes Areis Aminullah, Kabid Humas Polda Maluku.
Fakta Eksklusif yang Beda dari Media Lain
– Profil Bripka Husni : Bergabung di Polsek Wahai sejak 2018, dikenal sebagai mediator ulung konflik adat.
– Isu Pemicu : Sumber lokal menyebut bentrokan dipicu sengketa batas kebun pala yang sudah berlarut 5 tahun.
– Pasca-Lebaran yang Ironis : Kedua desa sebelumnya sempat berbaikan saat buka puasa bersama.
Upaya Pengamanan & Imbauan ke Publik
1. Pasukan Gabungan TNI-Polri dikerahkan ke lokasi untuk cegah konflik meluas.
2. Pembatasan Akses : Jalan utama menuju Desa Sawai dan Rumaholat diawasi ketat.
3. Pemeriksaan Senjata Ilegal : Patroli intensif digelar untuk sita senjata tajam dan senpi rakitan.
Permintaan Kapolda Maluku
“Masyarakat jangan terprovokasi hoaks. Kami akan transparan laporkan perkembangan kasus ini,” tegasnya. (dtc)