TAPANULI TENGAH – Momen kebersamaan yang mengharukan tercipta di tengah keterbatasan. Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, memilih berbuka puasa perdana Ramadan 1447 H bersama warga korban banjir bandang di Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (19/2/2026).
Bukan di hotel atau rumah dinas, pria yang juga menantu Presiden RI ke-7 itu duduk lesehan di lantai hunian sementara (huntara) warga yang masih dipenuhi lumpur kering.
Kedatangan orang nomor satu di Sumut ini bukan sekadar seremoni. Sejak sore, Bobby Nasution yang didampingi Wakil Bupati Tapteng Mahmud Efendi, jajaran OPD Provinsi Sumut, dan perwakilan Kementerian PUPR langsung turun ke titik terdampak terparah di Kelurahan Sorkam.
Agenda pertama adalah meninjau bendungan irigasi yang jebol, sumber utama pengairan sawah warga yang kini tinggal puing.
Namun, momen paling emosional terjadi saat Gubernur menyusuri gang sempit permukiman. Di sana, puluhan kepala keluarga masih bertahan di dalam rumah yang sebagian dindingnya ambrol disapu banjir bandang beberapa pekan lalu.
Dengan sabar, Bobby mendengarkan keluh kesah para ibu yang mengaku was was setiap kali hujan turun.
“Bapak/Ibu, kami hadir untuk memastikan hak masyarakat tersampaikan. Pemerintah sudah mengalokasikan anggaran khusus untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Untuk rumah dengan kategori rusak berat, bantuannya sebesar Rp60 juta dengan skema mandiri. Manfaatkan sebaik mungkin agar Ramadan kali ini menjadi awal yang baru,” ujar Bobby di hadapan warga, sembari meninjau langsung proses pembangunan huntara yang didirikan secara swadaya.
Yang membuat suasana semakin hangat, Gubernur berusia 34 tahun itu memilih berbuka dengan menu sederhana ala warga.
Puluhan anak-anak dan orang tua tampak antusias mengerumuni lokasi buka puasa bersama yang digelar di teras rumah warga. Suara takbir dan seruan “Pak Gubernur” bersahutan di tengah kepulan asap dapur darurat.
Usai berbuka dengan kurma dan air mineral, rombongan langsung mendirikan salat Maghrib berjamaah. Dalam tausiah singkatnya, Bobby menekankan pentingnya ketabahan menghadapi ujian.
“Korban banjir sering kali luput dari perhatian pascabencana. Saya sengaja turun langsung saat Ramadan agar pembangunan hunian tetap (huntap) bisa segera terealisasi. Jangan sampai warga berlebaran di tenda,” tegasnya.
Rangkaian kunjungan diakhiri dengan Salat Isya dan Tarawih berjamaah di Masjid Al-Azhar, Sorkam Kiri. Sebelum meninggalkan lokasi, Bobby Nasution menyempatkan diri menyapa jemaah serta membagikan bingkisan makanan ringan kepada anak-anak.
“Kami ingin sekali mendatangi semua lokasi terdampak bencana di Tapanuli Tengah. Namun memang baru sekarang bisa datang. Semoga Bapak/Ibu yang terdampak bisa tetap sabar dan kuat menghadapi musibah ini. Pemerintah tidak akan tinggal diam,” pungkasnya.
Langkah cepat Bobby ini diharapkan menjadi stimulus bagi pemulihan pascabanjir di Tapteng, sekaligus memastikan warga dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang di tengah proses pembangunan kembali rumah mereka. (Rel)