Target Liga 1! Bobby Nasution: PSMS Bukan Sekadar Klub, Tapi Pembentuk Sejarah Sumut

MEDAN – Stadion Utama Sumatera Utara mungkin belum bergemuruh penuh musim ini, tapi semangat kebangkitan PSMS Medan justru membara di Aula H Tengku H Rizal Nurdin, Selasa (21/4/2026) malam.

Perayaan ulang tahun ke-67 klub berjuluk Ayam Kinantan itu berubah menjadi panggung deklarasi ambisius: Liga 1, kami datang.

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, hadir dengan pernyataan yang langsung mencuri perhatian publik sepak bola nasional. Bukan sekadar ucapan selamat, ia menegaskan bahwa PSMS bukanlah entitas biasa.

“PSMS ini bukan hanya bagian kecil dari Sumatera Utara, tapi bagian pembentuk sejarah dan kekuatan Sumatera Utara. Usianya hanya terpaut dua tahun dari usia provinsi. Sudah puluhan tahun mendampingi kita,” tegas Bobby di hadapan suporter, manajemen, pemain, dan panitia.

Pernyataan itu sekaligus menjawab keraguan banyak pihak: Apakah pemerintah benar-benar serius membesarkan klub kebanggaan masyarakat Sumut? Jawabannya: lebih dari serius.

Baca Juga : Drama 2 Kartu Merah! PSMS Medan Hanya Menang 1-0 atas Sriwijaya FC

Bobby tidak hanya memberikan dukungan moril. Ia memasang target tegas dan terukur.

“Hari ini kita masih di bawah Liga 1. Tapi cita-cita kita jelas: masuk Liga 1. Kalau bisa di usia ke-77 nanti (10 tahun lagi), kita sudah merasakan kompetisi kasta tertinggi,” ujarnya.

Namun, yang paling menghentak adalah pernyataan berikutnya. Dengan nada tegas namun tetap realistis, Bobby memberi ultimatum halus kepada manajemen PSMS yang kini dipimpin Fendi Jonathan.

“Kalau belum juga tercapai, biarkan pemerintah provinsi mengambil alih. Bahkan, kalau perlu kita jadikan BUMD.”

Kalimat ini langsung menjadi bahan perbincangan panas di linimasa. Apakah PSMS akan dikelola seperti perusahaan daerah? Spekulasi pun merebak. Namun, yang jelas, ini menunjukkan keseriusan luar biasa dari pemimpin tertinggi Sumut.

Presiden PSMS, Fendi Jonathan, tak tinggal diam. Di atas panggung yang sama, ia mengakui secara terbuka bahwa prestasi musim ini belum memuaskan. Tapi ia juga menyampaikan fakta penting: tanpa dukungan Bobby Nasution, PSMS mungkin tak akan bertahan musim ini.

“Keberadaan PSMS musim ini tidak lepas dari dukungan dan perhatian Pak Gubernur. Mulai dari fasilitas tempat tinggal, lapangan latihan, hingga penggunaan Stadion Utama Sumatera Utara,” ungkap Fendi.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf dan tekad bulat: evaluasi total, persiapan lebih panjang, dan satu tujuan pasti – Liga 1.

Acara yang juga dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut, Mahfullah Pratama Daulay, serta Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi, ditutup dengan doa bersama. Suasana haru bercampur optimisme. Suporter yang hadir tak bisa menyembunyikan air mata haru.

Kini pertanyaannya berganti: Akankah tahun depan PSMS benar-benar melesat ke Liga 1? Atau kita justru akan melihat skenario baru – PSMS sebagai BUMD pertama di sejarah sepak bola Indonesia?

Satu hal pasti: Sejarah sedang ditulis ulang di Medan. Dan Bobby Nasution ingin namanya tercatat sebagai gubernur yang mengembalikan kejayaan Ayam Kinantan.

Pantau terus perkembangan eksklusif PSMS Medan hanya di kanal berita terpercaya kami. Jangan lupa bagikan artikel ini jika kamu juga ingin PSMS kembali ke Liga 1! (FD)

#ayamkinantan#bobbynasution#kitamedandotcom#Liga1#psmsmedan#PSMSUntukLiga1#SepakBolaIndonesia#SumutBangkit