MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional. Bukan hanya soal bisnis atau investasi biasa, kali ini orang nomor satu di Sumut ini membidik peluang emas di sektor kreatif dan sumber daya manusia.
Dalam kunjungan diplomatik perwakilan Kedutaan Besar Kerajaan Thailand di ruang kerjanya, Rabu (11/3/2026), Bobby Nasution mengajak Negeri Gajah Putih berkolaborasi dalam industri perfilman dan pendidikan.
Pertemuan yang berlangsung di Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, ini dihadiri langsung oleh Charge D’Affaires Royal Thai Embassy in Jakarta, Mrs. Hathaichanok Riddhagni Frumau, serta Konsul Kehormatan Thailand di Medan, Mr. Martono Anggusti.
Suasana hangat khas diplomasi langsung terasa, apalagi ketika Bobby menyematkan kain ulos kepada tamu kehormatan di akhir acara sebagai simbol penghormatan dan persahabatan.
Bukan Cuma Ekonomi: Thailand Kepincut Film Horor Sumut
Yang menarik perhatian adalah fokus pembahasan yang tak biasa. Di tengah gencarnya promosi investasi sektor riil, Bobby justru menyoroti potensi besar industri kreatif. Bobby melihat adanya benang merah antara Sumut dan Thailand yang selama ini mungkin terlewatkan: film horor.
“Tentu dengan hubungan diplomatik yang sudah ada selama ini, kita melihat peluang kerja sama dua negara ini, khususnya seperti produksi perfilman di Sumut, termasuk juga sektor pendidikan khusus perfilman. Apalagi kita punya produksi film dengan genre tertentu di Indonesia, yang juga menjadi unggulan di Thailand, yakni film horor,” ujar Bobby dengan optimis.
Pernyataan ini langsung mendapat sambutan positif. Mrs. Hathaichanok menilai secara geografis, Sumut adalah lokasi syuting yang sempurna.
Bentang alamnya yang beragam dari pegunungan, danau vulkanik Toba, hingga mistisnya budaya Melayu dan Batak dinilai ideal untuk mendukung produksi film, terutama genre horor yang sedang naik daun di kedua negara.
Baca Juga : Rico Waas: Musik dan Perfilman Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Medan
“Secara geografis, Sumut memiliki banyak lokasi yang mendukung produksi film, khususnya film bergenre horor,” timpal Riddhagni.
Jalan Pintas ASN Sumut Kuliah S2/S3 di Thailand?
Tak berhenti di film, Bobby juga menyambut baik tawaran program pendidikan tinggi lanjutan yang dikhususkan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Thailand.
Wacana ini membuka peluang bagi para birokrat Sumut untuk mendapatkan gelar magister atau doktor di universitas-universitas terkemuka Thailand.
Selama ini, hubungan pendidikan sudah berjalan dua arah dengan banyaknya mahasiswa Thailand yang kuliah di berbagai kampus Sumut.
“Kami berterima kasih atas keamanan, kenyamanan dan kesejahteraan yang telah diberikan kepada mahasiswa Thailand yang menempuh pendidikan di Sumatera Utara. Jadi sebenarnya untuk kerja sama dua negara ini bukan hanya ekonomi saja, tetapi juga pendidikan,” sebut Riddhagni.
Dengan jumlah penduduk lebih dari 15 juta jiwa dan statusnya sebagai provinsi terbesar keempat di Indonesia, Sumatera Utara memang dianggap sebagai pasar potensial sekaligus mitra strategis.
Apalagi, hubungan diplomatik Indonesia-Thailand yang sudah puluhan tahun terjalin menjadi fondasi kokoh untuk merealisasikan rencana-rencana besar ini.
Apa Langkah Selanjutnya?
Kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Rombongan Kedutaan Besar Thailand dijadwalkan akan mengunjungi beberapa kampus di Sumut dan bertemu dengan komunitas mahasiswa Thailand untuk menjajaki bentuk kerja sama yang lebih konkret.
Apakah Danau Toba akan segera menjadi latar film horor internasional? Atau akankah ASN Sumut segera merasakan kuliah di Bangkok? Waktu yang akan menjawab.
Tampak mendampingi Gubernur dalam pertemuan strategis ini jajaran pejabat penting Sumut, antara lain Kadis Pendidikan Alexander Sinulingga, Kadis Perindag Dedi J.P. Harahap, Kadis Kominfo Erwin Hotmansah Harahap, Plt Kadis Budpar Yuda Setiawan, serta sejumlah birokrat lainnya. (Rel)