MEDAN – Di tengah hiruk-pikuk politik, sebuah pertemuan sarat makna terjadi di Gedung DPRD Kota Medan.
Dua santri muda, Nur Safa Ratifah Lubis (Kelas XI) dan M. Raffie Rabbani An Nabawi (Kelas VII) dari Insan Cendekia Boarding School (ICBS) Payakumbuh, Sumatera Barat, menyambangi kantor wakil rakyat, Rabu (13/10/2026) sore. Kedatangan mereka bukan untuk protes, melainkan mencari pencerahan hidup.
Keduanya diterima hangat oleh Hadi Suhendra, SH, Wakil Ketua DPRD Kota Medan. Safa dan Raffie mengaku datang untuk meminta petuah dari sosok yang mereka anggap sebagai pemimpin sekaligus tokoh peduli pendidikan Islam.
“Sebagai santri yang menempuh pendidikan di luar provinsi, kami butuh nasihat agar lebih semangat menimba ilmu agama,” ujar Safa.
Raffie menambahkan, mereka berharap kelak bisa menjadi generasi sukses yang ikut membangun Kota Medan. Mendengar hal itu, Hadi Suhendra tersenyum. Ia lalu membagikan sebuah perspektif mendalam yang jarang terdengar dari seorang pejabat publik.
Baca Juga : Bupati Anton Bahas Hari Santri dan Pengukuhan MUI Simalungun
“Jangan langsung berpikir saya sukses hanya karena jabatan ini. Jabatan adalah amanah, ujian, dan harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT,” tegasnya.
Ia menekankan, kesuksesan duniawi bersifat fana, sedangkan kesuksesan akhirat adalah tujuan sejati.
Hadi lantas mengingatkan pentingnya shalat sebagai pengingat hakikat diri sebagai hamba. Namun, kunci utama yang ia bagi begitu sederhana namun sering dilupakan hormati kedua orang tua.
“Mau sukses? Hormati kedua orang tua. Saya bisa sampai di titik ini pun karena doa dan ridho mereka,” tuturnya penuh haru.
Ia pun berpesan agar hafalan Al-Qur’an kedua santri diniatkan untuk membahagiakan orang tua. Pertemuan hangat itu diakhiri dengan rasa syukur.
“Petuah Pak Hadi sangat bermanfaat. InsyaAllah kami semakin semangat menghafal Al-Qur’an,” pungkas kedua santri. Sebuah pelajaran berharga: kesuksesan sejati dimulai dari rumah, dari bakti pada orang tua. (FD)