Dari Balai Kota Medan, Rico Waas & Jajaran Serap 8 Prioritas Nasional & Rp4.097 T RAPBN 2027

MEDAN – Di tengah hiruk-pikuk Balai Kota yang padat, Wali Kota Medan Rico Waas memilih fokus pada masa depan bangsa. Jumat (14/8/2026), bersama Wakil Wali Kota H. Zakiyuddin Harahap, ia memimpin langsung pemantauan sidang paripurna DPR RI dari Gedung DPRD Medan.

Bukan sekadar menonton, momen ini menjadi ajang “speed dating” kebijakan antara pusat dan daerah. Di layar lebar, Presiden Prabowo Subianto tengah memaparkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dengan nilai fantastis Rp4.097,2 triliun.

Rico tak datang sendiri. Di ruang rapat yang penuh konsentrasi, hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan perangkat daerah, hingga seluruh camat se-Kota Medan.

Ketua TP PKK Airin Rico Waas dan Pj Sekda Erfin Fahrurrazi juga turut menyimak setiap kalimat Presiden. Suasana hening, matakepala tertuju pada layar ini bukan sekadar seremonial, tapi peta jalan bagi Medan ke depan.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa RAPBN 2027 bukan dokumen biasa, melainkan “alat perjuangan”. Pemerintah mengusung delapan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) yang menjadi tulang punggung pembangunan:

1. Kedaulatan Pangan – Rp195,3 triliun disiapkan untuk memastikan Indonesia tidak lagi bergantung pada impor pangan.
2. Kemandirian Energi & Air – transisi energi dan ketahanan air menjadi kebutuhan strategis nasional.
3. Pendidikan – peningkatan kualitas SDM melalui anggaran pendidikan yang masif.

Baca Juga : Mengintai Arah Ekonomi & Kesejahteraan dari Medan: Wali Kota dan DPRD Kompak Kawal Pidato Kenegaraan Prabowo

4. Kesehatan – fokus pada layanan dasar dan infrastruktur medis.
5. Hilirisasi & Industrialisasi – percepatan nilai tambah SDA dari hulu ke hilir.
6. Infrastruktur, Perumahan & Ketahanan Bencana – pembangunan yang inklusif dan tanggap darurat.
7. Ekonomi Kerakyatan & Desa – penguatan UMKM dan ekonomi lokal.
8. Penurunan Kemiskinan – target kemiskinan turun ke 6,0-6,5 persen.

“Delapan prioritas tersebut didukung oleh penguatan pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, percepatan digitalisasi, dan diplomasi ekonomi,” tegas Prabowo.

Salah satu gebrakan paling monumental adalah rencana renovasi 10.000 puskesmas di 7.280 kecamatan seluruh Indonesia, dimulai 2027. Setiap puskesmas mendapat anggaran perbaikan sekitar Rp4 miliar.

“Daerah yang lebih terpencil, terluar, tertinggal harus mendapat lebih,” ujar Prabowo.

Tak berhenti di situ, 514 laboratorium kesehatan masyarakat (labkesmas) juga akan dibangun dan ditingkatkan. Targetnya rampung paling lambat 2030.

Inti pesan Presiden menggema di ruang DPRD Medan: “Rakyat tidak boleh menempuh perjalanan jauh hanya untuk memperoleh pelayanan kesehatan dasar”.

Prabowo memasang target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027, lebih tinggi dari 5,4 persen di APBN 2026. Defisit anggaran ditekan menjadi 2,40 persen terhadap PDB—turun dari 2,68 persen.

Asumsi makro lain inflasi 2,5 persen, nilai tukar rupiah Rp17.500 per dolar AS, dan harga minyak 75 dolar AS per barel.

Presiden menekankan sinergi kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, dan Danantara harus bekerja solid. Bagi Rico Waas, ini sinyal kuat.

Sebelumnya, ia telah membuka Raker DPRD Medan untuk menyelaraskan program kerja 2027 dengan agenda nasional. Dengan realisasi investasi Medan 2025 yang menembus Rp14,5 triliun (dari target Rp7,6 triliun), momentum ini bisa menjadi lompatan besar bagi Kota Medan.

Rico Waas dan jajarannya tak sekadar menyaksikan mereka menyerap, mencerna, dan menerjemahkan arahan Presiden ke dalam gerakan nyata di Medan.

Dari Gedung DPRD yang sederhana, semangat pembangunan nasional mulai dirajut, satu kecamatan, satu puskesmas, satu program prioritas pada satu waktu. Medan siap, Indonesia bergerak. (Rel)

#8PrioritasNasional#APBN2027#Danantara#kitamedandotcom#kotamedan#PembangunanNasional#prabowosubianto#RAPBN2027#RicoWaasmedanPuskesmas