Di Balik Dukungan Rico Waas, Ada Misi Sejarah 24 Tahun untuk SM Amin Nasution

MEDAN — Wali Kota Medan, Rico Waas, secara tegas memberikan dukungannya terhadap usulan pengabadian nama SM Amin Nasution sebagai nama jalan di Kota Medan.

Namun, dukungan ini bukan sekadar persetujuan administratif. Di baliknya, tersimpan sebuah misi sejarah yang telah diperjuangkan selama lebih dari dua dekade.

Dalam audiensi penuh kehangatan bersama keluarga besar SM Amin Nasution dan sejumlah sejarawan di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jumat (18/9/2026), Rico Waas mengungkapkan bahwa ia telah mempelajari usulan yang ternyata sudah digulirkan sejak tahun 2002.

“Terima kasih atas kehadiran keluarga besar SM Amin Nasution. Sebelum pertemuan ini, saya sudah melihat dan mempelajari kondisi serta proses yang terjadi beberapa tahun sebelumnya. Ternyata usulan ini sudah disampaikan sejak tahun 2022,” ujar Rico Waas.

Mantan Gubernur Sumatera Utara pertama dan ketiga ini dinilai memiliki rekam jejak yang tak terbantahkan. Sebagai Pahlawan Nasional yang ditetapkan pada 2022, SM Amin Nasution adalah arsitek penting dalam sejarah pemerintahan dan gagasan otonomi daerah di Sumatera Utara.

“Menurut saya, secara kredibilitas dan nama besar, SM Amin sudah sangat layak menjadi nama jalan,” tegasnya.

Baca Juga : Haornas ke-43: Momen Haru Bobby Nasution Sandingkan Legenda & Pahlawan Disabilitas Sumut

Dukungan ini bukan tanpa dasar. Rico Waas memahami bahwa penggantian nama jalan bukanlah keputusan sepihak.

Ia menekankan pentingnya mematuhi mekanisme yang berlaku, termasuk memastikan ruas jalan yang diusulkan bukan merupakan jalan nasional atau provinsi, serta mendapatkan persetujuan dari 70 persen masyarakat terdampak.

“Yang penting bukan jalan nasional dan provinsi, kemudian 70 persen masyarakat setuju dan bersedia jalan tersebut diganti. Dokumennya juga harus benar,” jelasnya.

Lebih dari itu, Rico melihat momentum ini sebagai kesempatan emas untuk reintroduksi sejarah kepada generasi muda.

Pengabadian nama SM Amin bukan sekadar pergantian nama, melainkan sebuah narasi ulang tentang kontribusi tokoh besar bagi daerah.

“Nama pahlawan dan gubernur Sumut pertama dan ketiga, ini yang perlu disampaikan kepada masyarakat. Sosialisasikan kepada masyarakat,” perintahnya.

Perwakilan keluarga, Dewi, menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya. “Kami berinisiatif bersama para sejarawan untuk mendukung nama SM Amin menjadi nama jalan. Mudah-mudahan ini bisa terwujud atas bantuan Bapak Wali Kota Medan,” ungkapnya. Keluarga juga menyerahkan buku biografi SM Amin sebagai bahan kajian.

Nurdin Lubis, perwakilan keluarga lainnya, mengungkapkan bahwa perjuangan ini telah menempuh jalan panjang, bahkan sejak 2002. Kini, setelah resmi menjadi Pahlawan Nasional, harapan itu kembali menguat.

Pemko Medan akan segera membentuk tim untuk menindaklanjuti usulan ini, memastikan semua aspek administratif, sosial, dan kultural terpenuhi.

Langkah ini menegaskan bahwa Medan tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga merawat memori dan menghormati jasa para pendirinya. Ini adalah langkah strategis untuk menjadikan sejarah sebagai fondasi identitas kota yang lebih kuat. (Rel)

#AISEO#kitamedandotcom#kotamedan#NamaJalan#PahlawanNasional#RicoWaas#SejarahSumut#SMAminNasutionmedan