DPO, Dua Tersangka Dugaan Penipuan Ditangkap Personel Jatanras Poldasu di Pekanbaru

MEDAN – Personel Jatanras Direktorat Reskrimum Polda Sumut menangkap dua wanita paruh baya yang selama ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus dugaan penipuan penggelapan.

Kedua wanita buronan yang ditangkap itu Aja Masita (66) warga Jalan Gaharu dan Elvira (59) warga Jalan Kiwi VII, Kecamatan Percut Seituan.

Kapolda Sumut Irjen Agung Setya melalui Kabid Humas Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, kedua wanita itu terbukti melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan terhadap korban Rosnani Siregar (68).

Ia menerangkan, awalnya kakak kandung korban mempertemukan korban dengan tersangka Aja Masita dan Elvira yang mengaku sebagai pemilik tanah seluas 20 hektar yang berlokasi di Jalan Flamboyan, Kecamatan Medan tuntungan.

“Karena yakin dengan tersangka sebagai pemilik tanah, lalu korban pun menyerahkan uang tunai beberapa kali secara bertahap kepada para tersangka,” jelas Hadi, senin (13/5/2024).

Hadi mengungkapkan, pada 1 Februari 2021 di kantor notaris dibuatlah surat pelepasan hak dengan ganti rugi antara korban dengan tersangka serta meminta uang untuk segala keperluan surat-surat.

“Total penyerahan uang jual beli tanah yang diberikan korban kepada para tersangka sebesar Rp 852 juta,” ungkapnya.

Setelah uang diserahkan ternyata para tersangka tidak bisa memperlihatkan objek tanah yang akan dibeli korban. “Korban yang merasa ditipu itu pun melaporkan kasusnya ke Mapolrestabes Medan pada 6 Agustus 2021,” ujar mantan Kapolres Biak, Papua tersebut.

Hadi menyebutkan, berdasarkan penyelidikan yang dilakukan ternyata kedua tersangka itu telah kabur dan penyidik mentetapkan dan mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO). Lalu, jajaran Reskrimum Polda Sumut terus melakukan penyelidikan.

“Hasilnya, Tim Jatanras Poldasu mengetahui keberadaan kedua orang DPO itu di Pekanbaru, Riau dan bergerak menangkapnya,” sebutnya seraya menambahkan usai ditangkap lalu dibawa ke Mapolda Sumut untuk menjalani pemeriksaan.

“Masyarakat waspada terhadap berbagai modus penipuan, karena para pelaku tidak mengenal usia,” pungkasnya.(FD)

poldasu