Drama Malam di Deli Serdang: Pria Paruh Baya Nyaris Tewas Diamuk Massa Usai “Larikan” Kereta Teman Sendiri

DELI SERDANG – Sebuah drama malam yang menegangkan terjadi di Dusun Blora, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang.

Seorang pria berinisial IS (42) nyaris menjadi korban amukan massa setelah dituduh membawa kabur sepeda motor milik kenalannya. Insiden yang terjadi pada Minggu malam (13/9/2026) ini bukan sekadar pencurian biasa, melainkan sebuah pelajaran pahit tentang kepercayaan yang berujung pada aksi main hakim sendiri.

Informasi yang dihimpun dari kepolisian mengungkap kronologi yang mengiris hati. Sebelum insiden nahas itu terjadi, IS yang merupakan warga Dusun Mesjid, Desa Beringin, mendatangi korban—seorang kenalannya.

Dengan modus meminta bantuan, IS meminta korban untuk mengantarnya menggunakan sepeda motor ke suatu tempat. Sebuah permintaan yang terkesan sederhana, namun berujung petaka.

Dalam perjalanan, bukannya mengantar IS ke tujuan, korban justru ditinggalkan begitu saja di tengah jalan. Sementara itu, sepeda motor kesayangannya dibawa kabur oleh IS.

Korban yang menyadari dirinya telah ditipu dan motornya dibawa pergi, sontak melakukan pencarian. Rasa panik dan amarah bercampur menjadi satu.

Baca Juga : Maling Motor MMTC Pancing Sembunyi di Atap Rumah Saat Digerebek Polisi

Pencarian korban membuahkan hasil. Ia menemukan IS sedang berada di Dusun Blora, Desa Sidodadi Ramunia. Tanpa berpikir panjang, korban langsung menghampiri IS dan terjadilah pertengkaran hebat.

Suara keributan itu menarik perhatian warga sekitar. Mendengar bahwa IS adalah pelaku yang membawa kabur motor milik warga setempat, emosi massa pun memuncak.

Warga yang geram langsung menghakimi IS. Pria malang itu menjadi sasaran amukan warga hingga babak-belur. Beruntung, nyawanya masih tertolong.

Personel Polsek Beringin yang menerima laporan cepat bergerak ke lokasi kejadian. Mereka segera mengamankan IS dari amukan warga yang semakin brutal.

Kapolsek Beringin, Iptu Briyan Jaya Ginting, saat dikonfirmasi pada Senin (14/9) membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah mengamankan IS untuk mencegah aksi main hakim sendiri yang lebih fatal.

“Personel kami langsung ke lokasi dan mengamankan pelaku untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Saat ini, IS masih menjalani pemeriksaan intensif oleh Unit Reskrim,” ujar Briyan.

Lebih lanjut, Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya masih mendalami unsur penggelapan dalam kasus ini. Polisi juga tengah mempertimbangkan kondisi kesehatan IS yang mengalami luka-luka akibat amukan massa.

“Masih dalam penyelidikan dan masih kita mintai keterangan oleh unit reskrim. Kita prioritaskan pengobatan lebih dulu,” tambahnya.

Kasus ini menjadi cermin buram bagi masyarakat. Di satu sisi, kejahatan seperti penggelapan dan pencurian motor memang meresahkan.

Namun, aksi main hakim sendiri bukanlah solusi yang tepat dan justru melanggar hukum. IS yang seharusnya mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum, kini harus merasakan sakitnya amukan massa. Sementara warga yang melakukan penganiayaan juga berpotensi terjerat hukum.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan menyerahkan setiap permasalahan hukum kepada aparat yang berwenang.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kepercayaan adalah barang mahal, dan hukum adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan setiap konflik, bukan dengan kekuatan massa yang justru dapat menimbulkan korban baru. (FD)

#AmukMassa#Beringin#BeritaTerkini#Hukum#kitamedandotcom#Kriminalitas#PencurianMotor#SumutNewsdeliserdangpolisiviral