MEDAN – Sebuah bengkel sepeda motor di Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, ternyata menyimpan rahasia kelam.
Di balik kesibukan bengkel, Satresnarkoba Polrestabes Medan menemukan gudang penyimpanan 1.152 vape narkoba dalam penggerebekan pada Jumat (16/10/2026) malam.
Kasus ini bukan sekadar penyitaan barang bukti dalam jumlah besar, melainkan membuka tabir jaringan peredaran narkotika jenis baru yang dikendalikan dari balik jeruji besi dan melibatkan jaringan internasional.
Kapolrestabes Medan melalui Kasatresnarkoba AKBP Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP, mengungkapkan kronologi penangkapan pada Kamis (22/10/2026).
Semua bermula dari penangkapan SH (39), warga Medan Selayang, di Jalan H Anif, Desa Sampali. Saat itu, SH yang tengah mengendarai sepeda motor kedapatan membawa 29 vape narkoba yang disimpan di dalam jok.
Baca Juga : DJ Ternama Medan Miss D Ditangkap Jual Vape Narkoba Merek Batman
Barang haram tersebut diduga kuat akan diedarkan di kawasan Medan dan Deli Serdang.
“Dari penangkapan itu, kami menemukan satu anak kunci yang mencurigakan. Kunci inilah yang membawa kami ke sebuah bengkel di Desa Bandar Setia,” ungkap AKBP Rafli.
Penggeledahan di dalam kamar bengkel tersebut membuahkan hasil mengejutkan. Petugas menemukan 1.123 vape narkoba tambahan yang tersimpan rapi di dalam koper. Total, 1.152 unit vape dengan kandungan etomidate berhasil diamankan.
Fakta paling mencengangkan adalah latar belakang tersangka. SH ternyata seorang residivis kasus serupa pada tahun 2021. Ia tidak kapok dan kembali menjalankan bisnis haram ini setelah menjalin komunikasi dengan seorang Warga Negara Malaysia berinisial AL.
Keduanya bertemu di Malaysia dan bersepakat mengedarkan vape narkoba di Indonesia, dengan target pasar utama Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. AL berperan sebagai pemasok utama.
“Tersangka SH dan AL sempat bertemu di Malaysia. Mereka bersepakat menjalankan bisnis ini. Saat ini, AL masih dalam pengejaran kami. Kami juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberantas narkoba, agar kota Medan dapat bebas dari peredaran narkoba,” pungkas Rafli.
Kasus ini menjadi peringatan serius bahwa peredaran narkoba terus berevolusi, bahkan menyasar generasi muda melalui produk yang tampak modern seperti vape. (FD)