Gebrakan Bobby Nasution: Sulap Limbah Sawit Jadi Primadona Ekspor, Sumut Incar Pasar Global!

MEDAN – Di tengah gempuran ekonomi global yang dinamis, Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, tak sekadar berpangku tangan.

Di balik meja kerjanya, Senin (7/9/2026), ia mematangkan strategi jitu: menggenjot nilai tambah komoditas ekspor Sumut hingga level yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Gerak cepat ini bukan tanpa alasan. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mencatat pada Januari-Juni 2026, nilai ekspor provinsi ini secara kumulatif melesat 12,21% dibanding periode yang sama tahun lalu, menyentuh angka 6,53 miliar dolar AS.

Namun, Bobby melihat masih ada “gunung emas” yang belum terkelola maksimal. “Pengembangan komoditas harus diarahkan agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan berdampak nyata pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Lantas, komoditas apa yang bakal jadi “senjata baru” Sumut?

Lidi Sawit: Dari Limbah Menjadi Primadona Ekspor

Jika selama ini lidi sawit hanya dianggap limbah, kini pandangan itu harus berubah. Kepala Balai Karantina Sumut, Prayatno Ginting, mengungkapkan bahwa lidi sawit memiliki nilai ekspor tinggi namun belum banyak terpantau.

Fakta di lapangan membuktikannya pada Juni 2026, sebanyak 28 ton lidi sawit dari Sumut, Riau, dan Aceh berhasil menembus pasar Tiongkok.

Bahkan, India, Pakistan, dan Vietnam juga menjadi pengimpor setia komoditas ini. Langkah ini membuka pintu lebar bagi petani dan UMKM untuk meraup cuan dari limbah perkebunan.

Durian dan “Sister Province” dengan Hainan

Tak hanya lidi, durian asal Sumut juga menjadi incaran pasar internasional. Pemprov Sumut tengah mematangkan kerja sama sister province dengan Provinsi Hainan, Tiongkok.

Baca Juga : Bukan Sekadar Pisang! Ekspor 9 Ton ke Malaysia Jadi Bukti “Kekuatan Tersembunyi” Sumut Go International

Targetnya, ekspor durian dan produk herbal ke Negeri Tirai Bambu bisa mendongkrak nilai ekspor Sumut hingga US$ 500 juta. Ini adalah peluang emas bagi petani lokal untuk memasok durian kualitas premium yang sangat diminati pasar Tiongkok.

Sarang Walet, Kepiting, dan Udang: Mesin Uang Rp8,1 Triliun

Sektor perikanan dan satwa liar juga tak kalah mentereng. Komoditas seperti kepiting, udang, dan sarang burung walet berkontribusi besar terhadap ekspor Sumut dengan nilai fantastis mencapai Rp8,1 triliun.

Ekspor sarang walet saja pada 2021 pernah menembus 301 ton senilai Rp3,7 triliun. Potensi ini akan terus digarap serius.

Hilirisasi dan Kolaborasi: Kunci Utama

Bobby menegaskan, pemerintah tak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan masyarakat, pelaku usaha, dan akademisi adalah kunci.

“Program dan anggaran pemerintah harus menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami ingin menjalin kerja sama untuk meneliti dan mengembangkan komoditas yang berpotensi ekspor,” pungkasnya.

Dengan strategi hilirisasi dan ekspansi pasar yang agresif, Sumut sedang bersiap menjadi episentrum ekonomi baru Indonesia bagian barat. (Rel)

#bobbynasution#DurianEkspor#EkonomiSumut#EksporSumut#HilirisasiSawit#InvestasiSumut#kitamedandotcom#KomoditasUnggulan#LidiSawit#SumutMaju#UMKMSumut