MEDAN – Malam Minggu yang seharusnya menjadi waktu bersantai bagi warga Kota Medan berubah menjadi malam pengintaian skala besar.
Ratusan personel gabungan Polrestabes Medan bergerak senyap menyisir sejumlah ruas jalan strategis, Sabtu (5/9/2026) malam, dalam operasi Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang menyasar geng motor, balap liar, hingga berbagai tindak kriminal jalanan.
Sebanyak 165 personel dari Sat Intelkam, Sat Reskrim, Sat Narkoba, Sat Samapta, serta polsek jajaran dikerahkan dalam patroli yang terbagi dalam tiga rayon.
Operasi yang dimulai sekitar pukul 21.30 WIB ini bukan sekadar patroli biasa—ini adalah operasi pengepungan terhadap titik-titik rawan kejahatan di Kota Medan.
Rayon 1 memulai penyisiran dari Taman Sri Deli, Jalan S.M. Raja, lalu bergerak melintasi Jalan Brigjen Katamso, Jalan Pemuda, Jalan Balai Kota, Jalan Guru Patimpus, Jalan Gatot Subroto, Jalan Iskandar Muda, Jalan Gajah Mada, Jalan S. Parman, Jalan Kapten Maulana Lubis, Jalan H.M. Yamin, Jalan Merak Jingga, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Aksara, Jalan Thamrin, hingga kembali ke kawasan Jalan S.M. Raja. Konsolidasi dilakukan di Polsek Medan Kota.
Rayon 2 bertolak dari Mako Polsek Medan Barat, menyisir Jalan Bilal, Jalan Krakatau, Jalan Cemara, Jalan Yos Sudarso, Jalan Adam Malik, Jalan Gatot Subroto, Jalan Iskandar Muda, Jalan Abdullah Lubis, Jalan Darussalam, Jalan Kapten Muslim, Jalan Gaperta, Jalan Kapten Sumarsono, Jalan Pertempuran, hingga Jalan Pertahanan. Konsolidasi di SPBU Cemara.
Rayon 3 memulai dari Polsek Tuntungan, menyusuri Jalan Jamin Ginting, Jalan A.H. Nasution, Jalan Ngumban Surbakti, Ring Road, Jalan Sunggal, Jalan Setia Budi, Fly Over Jamin Ginting, Underpass Titi Kuning, Jalan Tritura, Jalan STM, hingga Jalan Karya Wisata. Konsolidasi di Polsek Pancur Batu.
Wakapolrestabes Medan, AKBP Rudy Silaen, menegaskan bahwa operasi ini bertujuan mengantisipasi balap liar, geng motor, pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor/3C), penggunaan knalpot brong, peredaran narkotika, aksi premanisme, hingga kepemilikan senjata tajam.
“Pengerahan ratusan personel ini sebagai langkah preventif untuk mencegah aksi yang mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat, khususnya pada malam akhir pekan,” ujar AKBP Rudy Silaen.
Patroli yang berlangsung hingga dini hari ini tidak hanya mengandalkan kekuatan personel, tetapi juga pendekatan humanis—polisi berdialog dengan pelaku usaha dan warga untuk menyerap informasi keamanan.
Kehadiran aparat di jalan diharapkan mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas pada malam hari. (FD)