Geliat Ekonomi Medan di Bawah Kepemimpinan Rico-Zaki: Investasi Tembus Rp14,6 Triliun, UMKM Makin Moncer!

MEDAN – Satu tahun sudah kursi kepemimpinan Kota Medan diduduki oleh pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Rico Tri Putra Bayu Waas bersama H. Zakiyuddin Harahap.

Periode awal kepemimpinan mereka justru diwarnai lonjakan signifikan di sektor ekonomi yang tak hanya menghidupkan pasar, tetapi juga menggerakkan denyut nadi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kota nomor tiga terbesar di Indonesia ini.

Yang menarik, keberhasilan ini tak luput dari sorotan para pakar. Dr. Supriadi, SE, MM, M.Si, Pemerhati Ekonomi Sumatera Utara sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), memberikan apresiasi tinggi.

Menurutnya, sinergitas antara eksekutif dan legislatif serta kebijakan pro-bisnis yang diusung Rico-Zaki menjadi fondasi kokoh pertumbuhan.

“Ini jelas angin segar. Kemampuan mereka menarik investor tidak terlepas dari tata kelola pemerintahan yang mulai transparan. Kemudahan perizinan, digitalisasi sistem, dan kepastian regulasi menjadi magnet utama,” ujar Supriadi kepada awak media, Senin (23/2/2026).

Data terbaru membuktikan teorinya. Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi di Kota Medan mencapai angka fantastis Rp14,599 triliun.

Angka ini hampir dua kali lipat atau sekitar 200 persen dari target awal yang ditetapkan pemerintah daerah sebesar Rp7,635 triliun. Data ini terekam dalam Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) hingga Triwulan IV 2025.

Lonjakan ini menandakan tingginya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Medan, sekaligus membantah stigma birokrasi yang rumit.

Namun, pertumbuhan ekonomi tak hanya soal angka besar dari korporasi. Di akar rumput, UMKM Medan juga menunjukkan geliat luar biasa. Supriadi menilai, terobosan pemerintah kota memanfaatkan ruang publik seperti Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) sebagai “venue” dadakan menjadi strategi brilian.

Baca Juga : Setahun Kepemimpinan Rico-Zaki: Mewujudkan “Medan Untuk Semua” dengan Solusi Nyata dan Sinergitas Kuat

“UMKM tidak hanya diberi ikan, tapi juga kail. Event-event akhir pekan itu menjadi etalase gratis bagi produk lokal. Ditambah akselerasi digitalisasi pemasaran yang digalakkan pemko, produk-produk unggulan Medan kini bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” paparnya.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pembangunan ekonomi tidak harus selalu kaku. Dengan menggabungkan kemudahan investasi skala besar dan pemberdayaan sektor informal, roda ekonomi berputar lebih merata.

Momen CFD yang semula hanya ajang olahraga, kini berubah menjadi pusat transaksi ekonomi kreatif yang menghidupkan ribuan pelaku usaha kecil.

Ke depan, Supriadi berharap prestasi ini tidak berhenti sebagai data statistik. “Harapan kami, tren positif ini berkelanjutan. Bukan hanya di investasi dan UMKM, tapi juga menyentuh sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Ini baru tahun pertama, kita ingin konsistensi ini terjaga hingga akhir masa jabatan,” tutupnya.

Dengan fondasi yang sudah diletakkan di tahun pertama, publik kini menanti gebrakan selanjutnya dari pasangan #RicoZaki. Apakah Medan akan segera bangkit menjadi episentrum ekonomi baru di Sumatera? Jawabannya ada pada keberlanjutan kebijakan pro-rakyat dan pro-investasi ke depannya. (Rel)

#BeritaMedan#EkonomiMedan#InvestasiMedan#kitamedandotcom#KotaMedanBangkit#MedanKini#RicoZaki#SumutTerkini#UMKMMedan