TAPSEL – Lebaran identik dengan sukacita, ketupat, dan berkumpul bersama keluarga. Namun, bagaimana rasanya merayakan kemenangan di tengah duka yang mendalam pascabencana?
Inilah realita yang dirasakan masyarakat Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Tapanuli Tengah (Tapteng). Di tengah upaya pemulihan pascabencana yang melanda wilayah mereka, secercah harapan justru datang dari Gedung Serbaguna, Medan.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, tergerak untuk memastikan daging terhidang di meja warga terdampak. Bukan sekadar sembako, orang nomor satu di Sumut ini memilih memberikan yang istimewa: 10 ekor sapi segar yang langsung didistribusikan ke desa-desa terpencil dan masjid-masjid yang menjadi pusat kegiatan warga.
Momen ini bukan hanya soal bagi-bagi daging. Ini adalah pesan solidaritas yang dikirim dari pusat pemerintahan hingga ke sudut-sudut dapur warga.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumut, Fariz Haholongan Hutagalung, mengonfirmasi bahwa bantuan telah disalurkan secara simbolis dan langsung menyasar masyarakat prasejahtera yang paling membutuhkan.
Jelajah Bantuan: Dari Batang Toru hingga Badiri
Penyaluran bantuan dilakukan dengan sistem jemput bola melibatkan camat dan kepala desa. Hal ini untuk memastikan tidak ada celah kesalahan distribusi. Berikut rincian lokasi yang menjadi prioritas:
· Di Kabupaten Tapanuli Selatan:
· Desa Hutagodang, Kecamatan Batang Toru: 1 ekor
· Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru: 1 ekor
· Desa Aek Ngadol, Kecamatan Batang Toru: 1 ekor
· Kelurahan Sayur Matinggi, Kecamatan Batang Toru: 1 ekor
· Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan: 1 ekor
· Di Kabupaten Tapanuli Tengah:
· Masjid Jamik, Kecamatan Tukka: 1 ekor
· Masjid Al Huda, Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka: 1 ekor
· Masjid Alfalah, Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri: 3 ekor (Fokus utama karena dampak bencana cukup signifikan di pesisir).
Pemilihan Masjid Alfalah di Lopian yang mendapat jatah 3 ekor sekaligus menunjukkan perhatian khusus pada daerah pesisir yang kerap terisolasi saat bencana.
“Daging Ini Lebih dari Sekadar Makanan”
Di balik 10 ekor sapi ini, tersimpan misi besar menjaga ketahanan pangan dan martabat sosial. Bagi warga seperti di Desa Hutagodang, bantuan ini adalah jawaban atas kekhawatiran mereka. Seorang warga penerima manfaat tak kuasa menahan haru saat dikonfirmasi awak media.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur. Di saat kami masih berkabung dan rumah rusak, beliau ingat kami. Bantuan ini sangat berarti. Setidaknya, kami bisa menyajikan lauk yang layak untuk anak-anak di hari raya nanti,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Program ini menjadi bukti bahwa kebijakan pemerintah tidak selalu harus berupa infrastruktur megah, tapi bisa juga hadir dalam bentuk sederhana yang menyentuh langsung rasa lapar dan kebersamaan.
Gubernur Bobby ingin memastikan bahwa tidak ada warga Sumut yang merasa sendiri, apalagi saat hari kemenangan tiba.
“Ini adalah wujud konkret kehadiran negara. Bencana bisa meruntuhkan rumah, tapi jangan sampai meruntuhkan semangat dan kebahagiaan merayakan Idul Fitri. Mari kita jadikan Lebaran tahun ini sebagai momentum untuk bangkit bersama,” ujar Bobby dalam pernyataan terpisah.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan masyarakat Tapsel dan Tapteng dapat merayakan Idul Fitri 1447 H dengan lebih bermartabat, hangat, dan penuh kebersamaan meski dalam keterbatasan. (Rel)