Gubsu Bobby Nasution Tegas Tolak Proyek Mark Up Rp484 M: “Saya Nggak Mau Tanda Tangan!”

MEDAN – Sebuah gebrakan tegas datang dari Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution. Di tengah euforia kemenangannya di Pilgub Sumut, pria yang juga menantu Presiden Jokowi ini justru menunjukkan ketegasannya dengan menolak mentah-mentah sejumlah proyek yang dinilai tidak masuk akal dan terkesan di-mark up. Bahkan, nilainya mencapai ratusan miliar rupiah!

Bobby mengungkapkan, sejak dirinya dinyatakan menang oleh KPU, sejumlah pihak mulai berdatangan. Bukan sekadar memberi selamat, tetapi langsung mencoba meloloskan berbagai proyek dengan meminta persetujuan darinya. Namun, alih-alih terbuai, Bobby justru geram.

Pasalnya, dokumen proyek-proyek tersebut tiba-tiba sudah bersarang di mejanya untuk diteken. Tanpa paparan, tanpa rapat koordinasi, bahkan tanpa kejelasan konsep.

“Ada yang datang ngucapin selamat, habis itu minta tanda tangan. Saya bilang, ini proyek apa? Kok tiba-tiba sudah ada di meja saya,” ujar Bobby dalam keterangannya, Jumat (22/11/2024).

Yang paling disorot adalah sebuah proyek pembangunan fisik sebuah gedung dengan nilai anggaran mencapai Rp484 miliar.

Bayangkan, uang sebesar itu diminta untuk diteken begitu saja tanpa presentasi mendetail. “Gedungnya nggak pernah dipaparkan, nggak pernah diekspos, tiba-tiba minta diteken. Nilainya sampai ratusan miliar. Saya tolak,” tegasnya dengan lantang.

Baca Juga : Pemkab Simalungun Bahas 10 Proyek Strategis Daerah Tahun 2026

Bobby menegaskan, dirinya tidak ingin asal menyetujui proyek tanpa kajian akademis dan kelayakan yang jelas.

Apalagi jika anggarannya terkesan dimahalkan atau tidak sesuai dengan harga pasar. Baginya, ini adalah bentuk pemborosan uang rakyat yang tidak bisa ditoleransi.

Sikap ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumut.

Bobby meminta agar tidak ada lagi praktik mengajukan proyek yang janggal atau hanya mengandalkan kedekatan politik untuk mendapatkan persetujuan anggaran.

“Saya nggak mau tanda tangan kalau prosesnya nggak jelas. Semua harus transparan dan masuk akal. Setiap program pembangunan harus benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat, bukan sekadar menghabiskan anggaran daerah,” pungkas mantan Wali Kota Medan tersebut.

Langkah Bobby ini sontak menuai pujian dari berbagai kalangan. Warganet di media sosial ramai membagikan potongan pernyataannya dengan tagar #BobbyNasutionTolakMarkUp.

Banyak yang menyebut bahwa gaya kepemimpinan ini segar dan diharapkan bisa menjadi contoh bagi kepala daerah lain di Indonesia.

Dengan tegas menolak mark up, Bobby Nasution tidak hanya menyelamatkan uang negara, tetapi juga membangun budaya baru: proyek rakyat harus untuk rakyat, bukan untuk segelintir orang.

Apakah sikap ini akan mengganggu “mainan” lama di birokrasi? Waktu yang akan menjawab. Satu yang pasti, publik Sumut kini menaruh harapan besar. (Rel)

#AnggaranTransparan#AntiKorupsi#bobbynasution#GubernurSumut#kitamedandotcom#PolitikBersih#TolakMarkUp#ViralMedan