LANGKAT – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution bergerak cepat merespons bencana longsor yang memutus akses vital di Dusun Pamah Semelir, Desa Telagah, Kabupaten Langkat.
Dalam peninjauan langsung pada Jumat (11/9/2026), Bobby memastikan perbaikan permanen jalan penghubung Langkat-Tanah Karo itu akan dimulai pada Oktober 2026.
Kehadirannya disambut Plt Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti, dan antusiasme warga yang telah merasakan dampak isolasi selama tiga pekan terakhir.
Di hadapan warga, Bobby menyaksikan sendiri kondisi mengenaskan infrastruktur tersebut. Badan jalan yang ambles membuat kendaraan hanya bisa melintas bergantian, menciptakan titik rawan kecelakaan.
Lebih dari itu, bencana ini juga memutus pipa distribusi air bersih, memaksa warga bertahan tanpa akses air layak selama 21 hari.
“Nanti kita kirim air ya untuk masyarakat,” tegas Bobby merespons keluhan warga, menunjukkan komitmen nyata di tengah keterbatasan.
Menyadari urgensi situasi, Bobby menekankan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut tidak akan menunda.
Perbaikan permanen dijadwalkan mulai Oktober 2026. “Karena kondisinya mendesak, segera kita realisasikan,” ujarnya.
Sebagai jembatan sebelum pekerjaan utama dimulai, Pemprov Sumut bersama Pemkab Langkat akan membangun akses sementara agar mobilitas warga tidak terputus total.
Plt Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti, bergerak paralel dengan instruksi gubernur. Ia berjanji segera memperbaiki pipa air yang terputus sebagai prioritas utama.
“Kami akan memperbaiki dulu pipanya yang terputus, biar masyarakat dapat air bersih,” jelas Tiorita. Ia juga mengapresiasi respons cepat Bobby Nasution yang dinilai sebagai bentuk kehadiran negara di tengah kesulitan rakyat.
Kisah pilu datang dari Ade Sembiring, warga Desa Telaga. Ia mengungkapkan bahwa selain krisis air, distribusi barang dan aktivitas ekonomi dari Karo ke Langkat lumpuh total.
“Harapan kami kepada Bapak Gubernur agar jalan ini segera diperbaiki agar seluruh aktivitas lancar. Begitu juga dengan ketersediaan air bersih,” pungkas Ade, mewakili suara hati masyarakat yang mendambakan normalitas.
Kunjungan Bobby bukan sekadar seremonial. Ini adalah sinyal kuat bahwa pemerintah hadir dengan solusi konkret.
Dengan tenggat waktu yang jelas dan solusi jangka pendek yang disiapkan, harapan baru mulai tumbuh di Pamah Semelir. Masyarakat menanti realisasi janji tersebut, demi memulihkan roda kehidupan yang sempat terhenti. (Rel)