DELI SERDANG – Tikungan Cindelaras di kawasan wisata Sibolangit kembali mencatatkan sejarah kelamnya. Senin (16/2/2026) pagi, dua unit truk berat terlibat ‘adu fisik’ yang mengerikan, menyebabkan badan kendaraan ringsek dan nyaris merenggut nyawa kedua sopir.
Peristiwa nahas ini terjadi di Jalan Lintas Medan – Berastagi, tepatnya di KM 39, Desa Sibolangit, yang terkenal dengan tikungan tajamnya. Suara benturan keras sempat menggelegar, membuat para pengendara lain dan warga sekitar berhamburan menuju lokasi.
Kronologi ‘Perang’ Dua Raksasa Jalanan
Berdasarkan informasi dari Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP I Made Parwita, kecelakaan bermula ketika sebuah truk tangki air bernomor polisi BK 9378 CN melaju dari arah Berastagi menuruni buju menuju Medan. Dari arah berlawanan, melintas truk cold diesel (pendingin) BK 8847 BL yang tengah dalam perjalanan naik.
Di pertemuan tikungan Cindelaras yang sempit dan minim visibilitas, keduanya bertemu dalam waktu yang salah.
Diduga kuat, pengemudi truk tangki air, Arief Setiawan (45), kehilangan konsentrasi. Diduga rasa kantuk yang menyerang di pagi hari membuatnya gagal mengendalikan laju kendaraan.
“Hasil olah TKP sementara, truk dari arah Berastagi oleng ke kanan dan melewati marka jalan. Ia seolah ‘memakan’ jalur lawan, hingga tabrakan frontal pun tak terhindarkan,” ujar AKBP I Made Parwita kepada awak media.
Dampak Kecelakaan: Ringsek, Macet, dan Luka
Benturan keras antara dua kendaraan besar itu membuat keduanya mengalami kerusakan parah di bagian depan (ringsek). Bagian kabin penyok, kaca pecah, dan material kendaraan berserakan di aspal.
Baca Juga : Terlibat Lakalantas, Waka Polres Pelabuhan Belawan Meninggal Dunia
Akibatnya, arus lalu lintas di jalur utama menuju Tanah Karo itu langsung lumpuh total. Antrean kendaraan mengular hingga beberapa kilometer.
Beruntung, petugas dari Polsek Pancur Batu sigap tiba di lokasi dan segera melakukan evakuasi serta pengaturan lalu lintas, sehingga kemacetan dapat diurai dalam waktu relatif singkat.
Kedua sopir menjadi korban dalam insiden ini.
· Arief Setiawan, sopir truk tangki air, mengalami luka robek cukup dalam di telinga kiri dan kepala bagian belakang. Ia dievakuasi dalam kondisi lemah ke rumah sakit terdekat.
· Ariyadi (50), sopir truk cold diesel, mengeluhkan sakit hebat di bagian dada akibat benturan setir. Diduga ia mengalami trauma akibat tekanan keras saat tabrakan.
Keduanya kini masih menjalani perawatan intensif. Sementara itu, dua unit truk yang sudah ringsek telah diamankan di Unit Laka Lantas Polsek Pancur Batu untuk penyelidikan lebih lanjut.
Tikungan Cindelaras: Momok yang Tak Pernah Sembuh?
Kecelakaan ini kembali menyoroti reputasi tikungan Cindelaras sebagai salah satu titik rawan (black spot) di jalur Medan-Berastagi.
Medan jalan yang menurun, tikungan tajam, dan potensi sopir kehilangan konsentrasi kerap menjadi kombinasi mematikan.
“Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap kedua pengemudi dan sejumlah saksi mata di lapangan. Kami juga akan mengecek kondisi rem kendaraan sebagai bagian dari investigasi,” pungkas AKBP I Made Parwita.
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bagi seluruh pengguna jalan, khususnya sopir kendaraan berat, untuk selalu memprioritaskan istirahat yang cukup.
Memaksakan diri mengemudi dalam kondisi mengantuk di jalur ekstrem seperti Sibolangit sama saja dengan bermain dengan maut. (FD)