MEDAN – Menghadapi inflasi tertinggi nasional yang menyentuh 5,32%, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menggelar Gerakan Pangan dan Pasar Murah secara besar-besaran di 524 titik across 33 kabupaten/kota. Aksi nyata ini menjadi strategi darurat untuk meringankan beban masyarakat dan menstabilkan harga bahan pokok.
Fakta Penting:
· Inflasi Sumut (September 2025): 5,32% (yoy), jauh di atas rata-rata nasional (2,65%).
· Penyumbang Inflasi Terbesar: Cabai merah, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, beras, dan daging ayam.
· Jumlah Penerima Bantuan Pangan: Meningkat menjadi 844.696 keluarga.
“Gerakan ini adalah langkah cepat kami. Strategi jangka pendek, menengah, dan panjang juga telah disiapkan untuk mengendalikan inflasi,” tegas Kepala Dinas PPESDM Sumut Fitra Kurnia didampingi Kabiro Perekonomian Pemprov Sumut Poppy Hutagalung kemarin.
Strategi Pengendalian Inflasi:
1. Pasar Murah 524 Titik: Menjual bahan pokok dengan harga terjangkau.
2. Perketat Distribusi: Mengawasi rantai pasok yang dinilai masih panjang, terutama untuk komoditas cabai.
3. Bantuan Pangan & Beras SPHP: Bulog menyalurkan bantuan pangan untuk 844.696 keluarga dan 89.861 ton beras SPHP (30,4% telah tersalur).
Kolaborasi ini melibatkan Pemprov, Pemkab/Pemko, TNI/Polri, Bulog, Dinas Perindustrian dan Perdagangan ESDM, serta Dinas Ketahanan Pangan. Tujuannya satu: tekan inflasi, jaga daya beli masyarakat. (Rel)