Menyusul Erupsi Dahsyat, Bobby Nasution Turun ke Pengungsian: “Kami Bukan Sekadar Melihat!”

MEDAN – Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali “bangun” dari tidur panjangnya selama empat tahun. Kemarin, gunung api ini menyemburkan kolom abu vulkanik tebal hingga 3.500 meter disertai gemuruh yang menggema.

Badan Geologi pun langsung menaikkan status Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga)—radius bahaya pun meluas hingga 6 kilometer.

Di tengah kepanikan itu, sekitar 650 warga Desa Kuta Tengah diungsikan ke Desa Sukatepu. Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, tak tinggal diam. Selasa (1/9/2026) sore, ia langsung turun ke Posko Pengungsian di Jambur Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran.

Dengan tegas Bobby menyatakan, “Yang paling utama adalah mengevakuasi warga. Badan Geologi menyebut ada dua desa paling diutamakan karena masuk radius erupsi, salah satunya Desa Kuta Tengah”.

Begitu tiba, Bobby berkeliling memastikan fasilitas dasar—mulai tempat tidur, tikar, selimut, hingga pasokan air bersih dan toilet.

“Kami dari provinsi datang ke sini bukan hanya mau lihat-lihat. Apa yang dibutuhkan, sampaikan! Makanan sudah kami siapkan, air bersih juga kami bawa,” tegasnya.

Baca Juga : Sinabung Erupsi! Kolom Abu 3.500 Meter, Status Naik Siaga, Berastagi Diselimuti Abu Pekat

Menariknya, kondisi kali ini berbeda dari bencana pada umumnya. Sebagian besar rumah warga masih berdiri tegak tak ada laporan kerusakan berarti.

Potensi warga kembali ke rumah sangat tinggi. Karena itu, Bobby meminta semua pihak memastikan pengungsi betah. “Kita tak ingin masyarakat di sini merasa tak nyaman, lalu tergesa-gesa pulang,” jelasnya.

Bobby juga merespons cepat keluhan warga yang mengaku sempat menunggu berjam-jam tanpa makanan dan minuman. Ia memerintahkan pembukaan dapur umum dan penambahan bilik kamar mandi.

Arifta Br Karo (59), salah satu pengungsi, mengaku lega: “Kami minta air bersih untuk MCK dan dapur umum. Alhamdulillah, Pak Gubernur langsung janji menambah fasilitas”.

Tak hanya urusan perut, Bobby juga menyiapkan bus khusus untuk mengantar anak-anak sekolah dari lokasi pengungsian. “Tadi ada permintaan bus untuk anak-anak sekolah. Kami siapkan!” ujarnya.

Untuk antisipasi kesehatan akibat abu vulkanik, pemerintah telah membagikan 15.000 masker sejak erupsi pertama. Posko kesehatan dan kendaraan medis pun disiagakan. Bobby bahkan menyiapkan bus layanan kesehatan yang mampu melakukan tindakan medis hingga operasi ringan jika diperlukan.

Bobby tak main-main. Dalam rapat koordinasi, ia memerintahkan evakuasi paksa bagi warga yang masih bertahan di zona merah. “Utamakan keselamatan jiwa! Jika aktivitas meningkat, gunakan opsi imbauan tegas, bahkan kalau perlu dipaksa demi kebaikan mereka,” katanya.

Sebagai langkah mitigasi, kawasan wisata di sekitar Sinabung ditutup total. Bobby mengakui dampak ekonomi pasti ada, namun keselamatan tetap nomor satu.

“Kami mikirkan keselamatan warga dulu,” pungkasnya. Stok logistik dipastikan aman dan Pemprov Sumut terus mengevaluasi aktivitas vulkanik secara ketat. (FD)

#BencanaSumut#bobbynasution#ErupsiSinabung#GunungSinabung#KaroTanggap#kitamedandotcom#PengungsiSinabung#SiagaBencana