MEDAN – Ancaman kebakaran di gedung pencakar langit Kota Medan bukan lagi isapan jempol. Anggota Komisi IV DPRD Medan, Rommy Van Boy (Golkar), mendesak Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas untuk segera merealisasikan pengadaan armada pemadam kebakaran bertangga setinggi 100 meter. Satu unit saja minimal, asalkan operasional.
“Medan kini punya banyak gedung tinggi. Kalau kebakaran di lantai atas, tangga biasa tak mampu menjangkau. Ini tuntutan pelayanan darurat,” tegas Rommy kepada wartawan, kemarin.
Tak cukup sampai di situ, politisi cerdas itu juga meminta penambahan kantor Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Damkarmat dari hanya 6 unit menjadi ideal 10 unit. Lokasi strategis sangat diperlukan untuk memangkas waktu respin.
“Percepatan jangkauan saat api membesar adalah prioritas utama,” imbuhnya.
Terobosan Motor Pemadam di Setiap Kelurahan
Rommy juga menyoroti kawasan padat penduduk dengan gang sempit. “Mobil damkar tak bisa masuk. Kita usulkan motor pemadam bahkan becak bermotor di tiap kelurahan. Ini sudah pernah diusulkan, sekarang waktunya eksekusi,” ujarnya.
Baca Juga : Ancaman Kebakaran di Kawasan Industri Medan, Pansus Soroti Sarana Pemadam yang Minim!
Apresiasi pun diberikan kepada Kepala Dinas Damkarmat Medan, Wandro Abadi Agnellus Malau, atas kinerja sigap memadamkan api di ruko cat Pasar 5 Marelan, Kamis siang (9/4/2026).
Tak hanya itu, petugas juga turun membersihkan rumah dan tempat ibadah pascabanjir. “Warga sangat terbantu. Pelayanan maksimal harus terus didukung fasilitas memadai,” cetus Rommy.
Klarifikasi Kadamkarmat: Idealnya 10 UPT
Menanggapi desakan tersebut, Wandro Abadi Agnellus Malau membenarkan peristiwa kebakaran di Marelan dan menyebut pihaknya bekerja sesuai SOP. Soal UPT, ia mengakui saat ini baru 6 unit. “Target kami 10 unit. Upaya penambahan sedang berjalan,” jelasnya.
Namun Rommy mengingatkan, tanpa anggaran dan komitmen politik, semua tetap wacana. “Kota sekelas Medan sudah saatnya punya pemadam tangga 100 meter. Jangan sampai nyawa melayang karena peralatan ketinggalan zaman,” pungkasnya.
Dengan potensi kebakaran yang bisa datang kapan saja, publik Medan kini menanti aksi nyata Pemko. Apakah tangga 100 meter akan hadir? Atau hanya jadi janji manis di atas kertas? Waktunya mendesak. #SelamatkanMedan. (FD)