MEDAN – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan kembali mencatatkan prestasi gemilang. Mereka berhasil membongkar sindikat narkoba jaringan internasional yang beroperasi di perairan Aceh Utara.
Dalam operasi senyap yang digelar Selasa (31/3/2026) lalu, petugas menggagalkan upaya penyelundupan 50 kilogram sabu-sabu siap edar. Jika sampai lolos, barang haram ini bisa merusak lebih dari 250.000 jiwa anak bangsa!
Dua pria warga Aceh Utara diringkus dalam penyergapan dramatis. Mereka adalah DK (23) dan IS (29), yang diduga kuat berperan sebagai kurir.
Saat ditangkap, kedu tengah membawa dua karung besar berisi narkotika jenis sabu di tepi perairan Aceh Utara. Tanpa perlawanan berarti, tim langsung mengamankan keduanya berikut barang bukti.
Kasat Res Narkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusup Nugraha SIK, SH, MIP, menjelaskan bahwa pengungkapan ini bukan hasil kerja instan.
“Ini pengembangan dari kasus sebelumnya yang sudah kami lacak. Dari situ kami dapat informasi intelijen adanya rencana penyelundupan besar melalui jalur laut,” ujarnya dalam konferensi pers, Minggu (5/4/2026).
Dari informasi itu, tim melakukan pemetaan jalur pergerakan pelaku. Setelah penyelidikan intensif, terdeteksi titik rawan di perairan Aceh Utara. Begitu dua orang mencurigakan muncul dengan karung, petugas langsung menyergap.
“Tanpa buang waktu, kami amankan mereka. Jumlah sabu ini fantastis, 50 kg. Sangat berpotensi menghancurkan masa depan ribuan generasi muda,” tegas Kompol Rafli.
Kedua pelaku diketahui bagian dari jaringan sindikat internasional yang masih terus diburu. Saat ini, DK dan IS beserta sabu 50 kg telah diamankan di Mapolrestabes Medan untuk proses hukum. Pasal 114 ayat (2) junto Pasal 112 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sudah menanti mereka.
Satres Narkoba Polrestabes Medan masih terus mengembangkan kasus ini. Sejumlah nama baru muncul dan diduga sebagai otak atau pengendali jaringan.
“Kasus masih berjalan. Nanti kami update perkembangan selanjutnya,” tutup Kompol Rafli.
Keberhasilan ini menjadi alarm keras bagi sindikat narkoba wilayah Sumatera tidak aman untuk Anda. Dan bagi masyarakat, laporkan setiap aktivitas mencurigakan. Bersama kita selamatkan bangsa dari bahaya narkoba! (FD)