MEDAN – Suasana Markas Kodam I/Bukit Barisan, Medan, Minggu (15/3/2026) siang, berubah menjadi ruang diskusi strategis.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, menggelar silaturahmi akbar dengan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Utara.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, tampak duduk di barisan terdepan, menunjukkan keseriusannya dalam menyelaraskan visi pusat dan daerah.
Pertemuan yang berlangsung tertutup namun hangat ini bukan sekadar seremoni. Di baliknya, Menko Polkam menegaskan pesan keras kekompakan adalah harga mati.
Menurut Djamari, tanpa sinergi antara eksekutif, legislatif, dan aparat keamanan, program-program pemerintah hanya akan menjadi wacana.
“Kesejahteraan masyarakat adalah muara akhir dari kebijakan yang solid. Tidak ada ruang untuk ego sektoral,” ujarnya di hadapan puluhan undangan.
Hadir dalam forum tersebut sejumlah nama besar Sumut: Wakil Gubernur Surya, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hendy Antariksa, Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, Kajati Sumut Harli Siregar, serta Sultan Deli ke-14 Tuanku Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah.
Tidak ketinggalan, perwakilan MUI, tokoh adat, alim ulama, pengusaha, dan ormas turut memberikan masukan langsung.
Darurat Narkoba, BBM Ilegal, hingga Judi Online
Diskusi yang awalnya membahas kerukunan umat beragama yang selama ini menjadi kebanggaan Sumut cepat meruncing pada tiga isu krusial penyalahgunaan narkoba, peredaran BBM ilegal, dan judi online (judol).
Baca Juga : Polda Sumut Ajukan 231 Web Judi Online Diblokir
Para tokoh masyarakat melaporkan bahwa praktik-praktik ini mulai meresap hingga ke level akar rumput, mengancam generasi muda dan stabilitas ekonomi lokal.
Menanggapi hal itu, Menko Polkam menginstruksikan jajaran Forkopimda untuk bergerak cepat. Ia mengingatkan bahwa para pemimpin harus mengesampingkan kepentingan pribadi dan fokus pada pengabdian.
“Negara ini sedang menghadapi perang multidimensi. Narkoba dan judi online adalah musuh bersama yang harus kita basmi,” tegasnya.
Ancaman Global dan Ketahanan Energi
Dalam arahannya, Djamari juga mengajak semua pihak mencermati dinamika global. Konflik di Ukraina, ketegangan di Jalur Gaza, serta situasi di Iran disebutnya sebagai faktor eksternal yang bisa menciptakan ketidakpastian.
“Dampaknya bisa langsung terasa ke Indonesia, termasuk lonjakan harga pangan dan energi. Kita harus siap siaga,” katanya.
Namun, ia memberikan kabar baik terkait energi. Pemerintah memastikan stok BBM nasional dalam kondisi aman, bahkan melebihi batas minimal.
Cadangan strategis ini, kata Djamari, ditambah dengan akselerasi pengembangan energi alternatif seperti biofuel. “Ketahanan energi adalah fondasi kemandirian bangsa,” ujarnya menekankan.
Langkah Konkret Usai Silaturahmi
Pasca-pertemuan, sejumlah peserta menyebut bahwa forum ini menghasilkan komitmen bersama untuk membentuk tim koordinasi khusus. Tim ini akan fokus pada tiga halpenguatan patroli siber untuk membendung judi online, pengetatan distribusi BBM bersubsidi, serta revitalisasi program pencegahan narkoba berbasis komunitas.
Wali Kota Medan, Rico Waas, yang ditemui usai acara, menyatakan optimismenya. “Kami di Pemko Medan siap bersinergi dengan TNI/Polri dan seluruh stakeholder. Isu sosial ini tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Kita butuh gotong royong,” ujarnya singkat.
Sementara itu, Sultan Deli ke-14 menambahkan pesan kultural “Para tokoh adat dan agama memiliki peran besar dalam menjaga harmoni. Kami akan menggerakkan seluruh lapisan masyarakat untuk ikut menjadi pengawal kebijakan pemerintah.”
Dengan semangat kebersamaan yang digaungkan dari Medan, publik kini menanti gebrakan nyata dari sinergi Forkopimda Sumut.
Apakah ancaman narkoba, judi online, dan BBM ilegal mampu diredam? Jawabannya ada pada konsistensi eksekusi di lapangan. (Rel)