Tancap Gas! Rico Waas Gebrak ASN Pasca Lebaran: Pembangunan Berbasis Data hingga Aktifkan 2.001 Poskamling

MEDAN – Suasana di halaman Kantor Wali Kota Medan berubah menjadi panggung semangat baru pagi ini. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, resmi memimpin apel perdana pasca libur Idul Fitri 1447 Hijriah.

Bukan sekadar formalitas, apel yang digelar Rabu (25/3/2026) ini menjadi momen komando keras bagi seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN): “Tancap Gas!”

Didampingi Wakil Wali Kota H. Zakiyuddin Harahap, Sekda Wiriya Alrahman, serta jajaran pimpinan perangkat daerah hingga lurah, Rico Waas menegaskan bahwa rombongan liburan telah usai. Kini saatnya memacu adrenalin untuk membangun Kota Medan.

“Apel ini adalah momentum menata ritme kerja, menegaskan tanggung jawab, dan menyelaraskan arah pengabdian,” tegas Rico Waas di hadapan ribuan ASN.

Ia mengajak seluruh elemen menjadikan semangat Ramadan sebagai kekuatan moral, seraya memulai putaran baru dengan visi besar: Mewujudkan Medan Berdaya yang inklusif, maju, dan berkelanjutan.

Yang menarik, pembangunan Kota Medan ke depan tidak akan lagi sekadar “kira-kira”. Rico Waas menggaungkan doktrin Transformasi Medan Satu Data.

Baca Juga : Momen Idulfitri 1447 H di Lapangan Merdeka: Wali Kota Rico Waas Serukan “Medan untuk Semua” dan Bangun Kota yang Tangguh

Setiap kebijakan, kata dia, harus berbasis data dan riset. “Tidak boleh ada lagi kebijakan yang asal sasaran. Data adalah panglima,” ujarnya.

Sejumlah program prioritas pun dilontarkan dengan target yang terukur:

1. Infrastruktur & Tata Kota: Pemerataan pembangunan tak hanya terpusat. Rico Waas menginstruksikan camat dan lurah memastikan kebersihan hingga pelosok, selaras dengan program pemerintah pusat (ASTRI).
2. Keamanan & Penerangan: Perhatian khusus diberikan pada keselamatan warga. “Aktifkan 2.001 poskamling di seluruh wilayah! Siskamling harus bergerak,” perintahnya. Ia juga meminta peningkatan penerangan jalan di titik rawan guna menekan kecelakaan dan kejahatan.
3. Sosial & Kesehatan: Pemerintah Kota menargetkan penambahan 10.000 penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang tepat sasaran. Namun yang paling ditekankan adalah masalah gizi buruk.

“Tidak boleh ada lagi anak dengan gizi buruk di kota ini. Begitu ditemukan, langsung bawa ke fasilitas kesehatan. Ini perintah,” tegasnya dengan nada serius.

4. Ekonomi & UMKM: Pemberdayaan masyarakat digenjot melalui pelatihan keterampilan dan digitalisasi agar UMKM lokal “naik kelas”.

Di akhir arahannya, Rico Waas mengingatkan soal integritas yang menjadi harga mati pelayanan publik. Dengan tegas ia menyatakan perang terhadap pungli dan birokrasi berbelit.

“Jangan ada pungli, jangan ada pelayanan yang berbelit. Kita harus bekerja dengan tulus, ikhlas, dan penuh integritas. Libur sudah selesai, mari kita tancap gas! Selesaikan pekerjaan yang tertunda, bersama kita perbaiki Medan yang kita cintai,” pungkasnya dengan penuh energi.

Usai apel, suasana hangat menyelimuti saat Rico Waas, Zakiyuddin, dan Sekda bersalaman serta bermaaf-maafan dengan seluruh jajaran ASN, dilanjutkan dengan acara halal bihalal yang penuh keakraban. Semangat baru telah dinyalakan, kini warga menanti aksi nyata di lapangan. (Rel)

#ASNMelayani#IdulFitri1447H#kitamedandotcom#kotamedan#MedanBerdaya#PembangunanMedan#pemkomedan#RicoWaas#TancapGas#ViralMedan