MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) di bawah kepemimpinan Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution baru saja mencatatkan sejarah manis.
Di tengah tantangan fiskal nasional, Sumut berhasil menyabet penghargaan spesial kategori Creative Financing dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Bukan sekadar piala, prestasi ini langsung dibalut dengan hadiah utama Bantuan Pemerintah senilai Rp3 Miliar!
Penghargaan bergensi itu diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Jenderal (Pol) Purn. Drs. H. Tito Karnavian, Ph.D. di Wyndham Opi Hotel, Palembang, Sumatera Selatan, pada Sabtu (25/4/2026).
Momen ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi keuangan daerah bisa menjadi kunci kebangkitan ekonomi pasca berbagai tantangan global.
Apa Itu “Creative Financing” dan Mengapa Ini Penting?
Jika biasanya penilaian daerah hanya dilihat dari besaran APBD, maka kategori Creative Financing adalah level yang jauh lebih tinggi. Kemendagri tidak sekadar melihat “berapa banyak uang yang dimiliki daerah”, tetapi seberapa cerdas daerah itu mengelola, memutar, dan mengoptimalkan setiap sumber daya yang ada.
Berdasarkan informasi resmi dari Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah, aspek penilaiannya meliputi:
· Inovasi Pajak & Retribusi Daerah: Bagaimana daerah menemukan sumber pendapatan baru tanpa membebani rakyat.
· Pengelolaan BUMD yang Agresif namun Sehat: Bukan sekadar profit, tetapi juga memberi pelayanan publik.
· Pemanfaatan CSR (Corporate Social Responsibility): Menggandeng swasta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan.
· Efektivitas Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) & BLUD: Tidak ada aset yang menganggur, semua produktif.
· Kemitraan Strategis dengan Badan Usaha.
Gubernur Bobby Nasution dinilai berhasil menghidupkan semua pilar itu di Sumut. Terobosan seperti optimalisasi retribusi pelabuhan, digitalisasi pajak daerah, hingga kolaborasi BUMD dengan investor swasta menjadi perhatian khusus dewan juri.
“Creative Financing adalah bagaimana terobosan mendapatkan pendapatan, mengefisiensikan belanja, tata kelola keuangan, dan terobosan lain yang berkaitan dengan sektor keuangan,” jelas Mendagri Tito Karnavian di hadapan para kepala daerah se-Indonesia.
Kompetisi Sehat: Pemicu Kinerja Daerah
Mendagri Tito menegaskan bahwa pemberian penghargaan seperti ini bukanlah sekadar seremonial. Ada misi besar di baliknya: menciptakan iklim kompetitif yang sehat antar daerah.
“Kita, Kemendagri, perlu memberikan penghargaan pada rekan-rekan yang kinerjanya baik,” ujar Tito.
Dengan adanya reward seperti ini, daerah lain termotivasi untuk keluar dari zona nyaman, menghemat belanja yang tidak perlu, dan mengejar pendapatan asli daerah (PAD) secara kreatif.
Di luar prestasi keuangan, ada satu poin kemanusiaan yang membuat Bobby Nasution dan seluruh jajaran Pemprov Sumut bersinar di mata Mendagri.
Tito Karnavian secara khusus mengapresiasi keputusan Bobby dan para Bupati/Wali Kota di Sumut yang menghibahkan dana Transfer Keuangan Daerah (TKD) sebesar Rp 260 Miliar untuk pemulihan bencana di Aceh.
“Ini pengalaman yang cukup berat, pertama kali saya menangani bencana skala seluas ini (tiga provinsi). Saya berterima kasih ada Pak Bobby dan Bupati/Walikota Sumut. Hasil analisis kami, ada daerah di Aceh yang masih berat,” kata Tito dengan nada haru.
Solidaritas ini menjadi bukti bahwa tata kelola keuangan yang baik bukan hanya untuk membangun istana atau jalan, tetapi juga untuk menolong saudara sebangsa di saat genting.
Kabar baiknya, dana apresiasi Rp3 miliar dari Kemendagri tidak akan masuk ke kas tanpa rencana. Pemerintah Provinsi Sumut telah mengumumkan bahwa dana tersebut akan dirotasi kembali ke program-program yang menyentuh langsung warga, seperti:
1. Penguatan Digitalisasi Pasar Rakyat di 33 kabupaten/kota.
2. Insentif bagi UMKM yang menerapkan pembayaran nontunai.
3. Pelatihan manajemen keuangan bagi perangkat desa di Sumut.
Dengan diraihnya penghargaan Creative Financing ini, Bobby Nasution sukses mengubah persepsi. Anak muda, pengusaha, dan mantan Wali Kota Medan itu membuktikan bahwa latar belakang bisnis justru menjadi bekal kuat untuk merombak birokrasi yang kaku. Sumut kini menjadi role model bagi provinsi lain dalam hal inovasi pendanaan pembangunan.
Warganet pun ramai berkomentar di media sosial. Tagar #BobBisa dan #SumutCreative Financing menjadi trending di X (Twitter) dan Instagram. Banyak yang menyebut ini adalah “angin segar” bagi politik dan ekonomi di Sumatra.
Penghargaan Creative Financing dari Mendagri adalah legitimasi bahwa Sumut di bawah Bobby Nasution sedang bergerak cepat.
Kombinasi antara terobosan fiskal, efisiensi anggaran, dan empati sosial (hibah Aceh) adalah formula sempurna untuk menjadi pemimpin masa depan Indonesia. (Rel)