MEDAN – Aksi joget-joget di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-58 Kecamatan Medan Kota memicu kemarahan DPRD Medan.
Camat Medan Kota, Raja Ian Andos Lubis yang sebelumnya dua kali mangkir dari panggilan rapat, akhirnya hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Senin lalu. Di hadapan anggota dewan, Raja mengaku tidak mengetahui adanya aksi joget kontroversial yang viral di media sosial tersebut.
DPRD Medan Sindir Camat: “Akui Salah, Jangan Alibi!”
Ketua Komisi I DPRD Medan, Reza Pahlevi, geram dengan pernyataan sang camat. “Bagaimana bisa di depan mata, Camat tidak tahu? Jangan buang-badan, akui saja kesalahan!”, tegas Reza.
Ia menegaskan, insiden ini memicu ancaman demo dari organisasi Islam dan merusak harmoni Kota Medan. Reza juga menyindir permintaan maaf camat yang dianggap tidak tulus.
“Sampai sekarang kami belum terima bukti video permohonan maaf ke MUI atau FKUB,” tegasnya.
Wakil Ketua DPRD Medan: Jangan Main-Main dengan Kegiatan Agama!
Hadi Suhendra, Wakil Ketua DPRD Medan dari Fraksi Golkar, ikut menyoroti kelalaian ini. “MTQ adalah acara keagamaan, bukan festival budaya. Jangan sampai niat baik justru menodai nilai agama,” ujarnya.
Hadi mengungkapkan kekecewaan karena Raja Ian baru meminta maaf setelah tekanan publik dan dewan memuncak.
Camat Medan Kota Akhirnya Minta Maaf
Di akhir rapat, Raja Ian Andos Lubis akhirnya menunduk: *”Saya mohon maaf ke DPRD dan masyarakat. Kejadian ini jadi pelajaran berharga untuk kami. Meski demikian, publik masih menunggu tindak lanjut konkret agar skandal serupa tak terulang,” bebernya.
Dampak Viral Joget MTQ Medan:
– Ancaman unjuk rasa dari ormas Islam.
– Sorotan ke pengawasan kegiatan keagamaan di Medan.
– Pertanyaan tentang integritas pejabat publik dalam menjaga nilai moral. (FD)