MEDAN – Timnas Belanda akan menghadapi ujian berat saat berjumpa Maroko pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Monterrey, Guadalupe, Meksiko, Selasa (30/6/2026) WIB.
Duel sesama tim yang tampil impresif pada fase grup ini diprediksi berlangsung ketat karena kedua tim memiliki kualitas yang relatif berimbang dan sama-sama mengincar tiket ke babak 16 besar.
Belanda melaju ke fase gugur dengan status juara Grup F setelah mengumpulkan tujuh poin. Tim asuhan Ronald Koeman tampil produktif sepanjang fase grup dengan mengandalkan permainan menyerang yang ditopang oleh kreativitas lini tengah dan efektivitas para pemain depan.
Koeman sendiri mengingatkan anak asuhnya agar tidak meremehkan kekuatan Maroko yang dinilai memiliki kualitas untuk melangkah jauh di turnamen ini.
Di kubu Belanda, penyerang Brian Brobbey diperkirakan kembali menjadi andalan di lini depan setelah tampil tajam sepanjang fase grup. Dukungan dari Cody Gakpo, Donyell Malen, Frenkie de Jong, dan Tijjani Reijnders membuat De Oranje memiliki banyak variasi serangan. Sementara di sektor belakang, Virgil van Dijk akan menjadi pemimpin lini pertahanan yang bertugas meredam kecepatan para pemain Maroko.
Baca Juga: Belanda Gilas Tunisia 3-1, Pastikan Juara Grup F Piala Dunia 2026
Koeman kemungkinan tetap mempertahankan pendekatan menyerang dengan formasi dasar 4-3-3 yang menjadi andalan Belanda selama turnamen. Namun, pelatih berusia 63 tahun itu juga menyoroti perlunya perbaikan organisasi pertahanan karena timnya selalu kebobolan dalam setiap laga fase grup. Transisi bertahan dan kedisiplinan posisi menjadi fokus utama menjelang laga hidup-mati melawan Maroko.
Sementara itu, Maroko datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah finis sebagai runner-up Grup C. Tim berjuluk Singa Atlas tersebut menunjukkan organisasi permainan yang solid serta kemampuan menyerang yang berbahaya melalui skema serangan balik cepat. Mereka bahkan sempat memberikan perlawanan sengit kepada Brasil pada fase grup.
Pelatih Maroko, Pelatih M Quahbi diperkirakan kembali mengandalkan kekompakan lini tengah dan kecepatan pemain sayap untuk mengeksploitasi ruang di belakang pertahanan Belanda. Nama-nama seperti Achraf Hakimi, Sofyan Amrabat, Azzedine Ounahi, Youssef En-Nesyri, hingga Ismael Saibari diprediksi menjadi tumpuan Maroko dalam upaya menciptakan kejutan. Saibari sendiri tampil menonjol sepanjang turnamen dan menjadi salah satu pemain paling berbahaya di kubu Afrika Utara tersebut.
Secara permainan, Belanda diperkirakan akan lebih dominan dalam penguasaan bola. Namun Maroko berpotensi menyulitkan melalui pressing agresif dan serangan balik cepat yang menjadi ciri khas permainan mereka. Pertarungan lini tengah antara Frenkie de Jong dan Sofyan Amrabat diprediksi menjadi salah satu kunci yang menentukan arah pertandingan.
Secara pengalaman dan kedalaman skuad, Belanda sedikit lebih diunggulkan. Namun performa Maroko yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir membuat laga ini diperkirakan berlangsung terbuka dan sulit diprediksi. Pemenang pertandingan akan melangkah ke babak 16 besar dan menjaga asa untuk terus melaju dalam perburuan gelar juara Piala Dunia 2026. (RS)