MEDAN – Ratusan Kepala Keluarga (KK) di Jalan Tempuling Gang Ibu, Lingkungan 13, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, telah puluhan tahun hidup dalam krisis air bersih.
Air sumur yang menjadi satu-satunya sumber kehidupan warga berwarna hitam, berbau, dan tidak layak pakai.
Menyikapi kondisi darurat ini, Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Medan, Modesta Marpaung, mendesak Pemerintah Kota Medan, dalam hal ini Dinas Perkimcikataru (Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang), untuk segera merealisasikan pengadaan air bersih melalui Program SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum).
“Saya mohon ini menjadi perhatian khusus. Warga di Gang Ibu sudah cukup menderita. Melalui program SPAM, kiranya krisis air puluhan tahun ini segera teratasi,” desak Modesta Marpaung kemarin.
Permohonan Warga Tertolak, Butuh Kolaborasi Pemko
Modesta mengungkapkan, upaya warga untuk mendapatkan akses air bersih sudah sering dilakukan dengan mengajukan permohonan ke Perumda Tirtanadi. Namun, permohonan tersebut selalu ditolak dengan alasan kapasitas distribusi air yang tidak mencukupi.
“Persoalannya tidak bisa hanya dibebankan pada Tirtanadi. Pemko Medan harus turun tangan dan berkolaborasi untuk menangani masalah mendasar ini. Inilah momennya dengan mengalokasikan anggaran prioritas untuk SPAM di Sidorejo,” tegas politisi yang juga Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan ini.
Modesta telah berulang kali menyuarakan persoalan ini, termasuk menerima langsung keluhan warga saat reses bulan lalu.
Ia berharap, melalui pembahasan anggaran ini, realisasi pipanisasi air bersih ke Sidorejo dapat menjadi prioritas dan secepatnya direalisasikan pada tahun 2025. (FD)