Rahasiana PAD Medan Bocor! Anggota DPRD Ini Desak Bapenda Gerak Cepat dengan 5 Jurus Jitu Digitalisasi

MEDAN – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan disebut masih menyimpan potensi besar yang belum maksimal. Bahkan, kebocoran justru terjadi di sejumlah sektor.

Menyikapi hal ini, Anggota DPRD Medan sekaligus politisi PDI Perjuangan, Dr Dra Lily MBA MH, yang duduk di Panitia Khusus (Pansus) Peningkatan PAD, menekankan perlunya gebrakan nyata dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan.

“Hasil penelusuran dan kunjungan Pansus menemukan fakta bahwa peluang peningkatan PAD sangat besar. Namun, kebocorannya juga cukup signifikan. Ini harus segera ditutup,” ujar Lily tegas, baru-baru ini.

Menurutnya, tanpa pengawasan super ketat dan antisipasi dini, potensi pendapatan daerah akan terus menguap. Maka, Lily mendorong Bapenda untuk bertransformasi. Bukan sekadar perbaikan administrasi, tapi revolusi digital dan pemberian insentif yang atraktif.

Berikut 5 jurus jitu yang ia rekomendasikan agar Bapenda Medan bisa menggali PAD secara optimal:
1. Digitalisasi Sistem Pembayaran
Lily menginstruksikan Bapenda untuk sepenuhnya beralih ke pembayaran non-tunai dan pelaporan pajak daring (online).

Baca Juga : Warga Vs Pengelola Padel Quantum di Medan, Komisi 4 DPRD Turun Tangan Kesepakatan Mengejutkan Tercapai!

“Dengan sistem digital, kebocoran anggaran bisa dicegah, sekaligus wajib pajak dimudahkan. Transparansi jadi kunci,” jelasnya.

2. Pemutakhiran Data Wajib Pajak PBB Secara Berkala
Data Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang usang seringkali jadi sumber utama kebocoran. Lily menekankan perlunya pendataan ulang secara periodik.

“Data yang mutakhir akan berdampak langsung pada peningkatan PBB dan Bea Perolehan Hak atas Tanah & Bangunan (BPHTB),” tambahnya.

3. Optimalisasi Aset Daerah & BUMD
Banyak aset Pemko Medan yang belum dikelola maksimal. Lily mengusulkan revitalisasi aset-aset tidur agar bernilai ekonomis. “Tata kelola aset yang profesional dan BUMD yang sehat bisa menjadi mesin PAD baru,” terangnya.

4. Insentif dan Kemudahan Investasi
Kota Medan harus lebih ramah investor. Lily mendorong Bapenda berkolaborasi menciptakan paket insentif menarik.

“Dengan kemudahan ini, investor baru akan masuk. Dampaknya langsung ke peningkatan pajak restoran, hotel, dan sektor hiburan,” ujarnya optimis.

5. Intensifikasi & Ekstensifikasi Pajak
Tak hanya menggenjot sektor eksisting (intensifikasi), Lily juga meminta Bapenda memperluas basis wajib pajak baru (ekstensifikasi). Sektor restoran, parkir, warung restoran (WRS), hingga hotel disebutnya masih punya peluang besar untuk ditingkatkan.

“Intinya, sumber PAD ada di mana-mana: restoran, parkir, sewa aset milik Pemko, hotel, hiburan. Semua itu berpeluang besar. Bapenda harus kreatif dan tidak boleh jalan di tempat,” pungkas legislator yang juga memegang gelar MBA dan MH itu.

Dengan deru inovasi ini, publik berharap Bapenda Medan segera bertransformasi. Akankah PAD Kota Medan melesat? Kita nantikan aksi nyata mereka. Pantau terus! (FD)

#BapendaMedan#DigitalisasiDaerah#InovasiPajak#InvestasiMedan#Kitamedandotcon#LilyMBA#MedanBangkit#PADMedan#PajakOnline#PansusPAD#ViralMedan