MEDAN – Menjadi pengusaha kecil adalah pilihan utama bagi mereka yang belum mendapatkan kesempatan kerja di kantoran atau menjadi pegawai negeri. Tak heran, pelaku UMKM semakin tumbuh pesat saat ini, terlebih lagi pasca pandemi Covid -19.
Mulai dari pedagang, peternak dan lainnya. Hal ini dilakukan karena tak perlu keahlian khusus dan modal besar. Yang penting kemauan dan fokus. Semakin berkembangnya dunia digital dan munculnya berbagai media sosial benar benar seperti angin segar bagi mereka yang memulai usaha. Keberadaan media sosial dimanfaatkan untuk promosi. Sehingga tidak perlu lagi bajet promosi.
Bisa dilihat bagaimana promosi usaha makanan, dan lainnya berseliweran di beranda beranda media sosial kita. Promosi yang ditawarkan membuat orang tertarik untuk membeli. Situasi ini membuat gairah bisnis semakin hidup. Terpenting tetap bersaing dengan sehat.
Sekretaris Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan, Erwin Saleh dalam sebuah kesempatan mengatakan,
saat ini digitalisasi ekonomi berpotensi besar dalam mendorong percepatan pembangunan perekonomian daerah. Masifnya kemajuan teknologi telah mendorong terbentuknya ekosistem digital di berbagai bidang, salah satunya bidang ekonomi. Untuk itu peran pelaku usaha dibutuhkan guna mewujudkan kebangkitan ekonomi digital di Kota Medan.
Bahkan, para pelaku usaha harus mampu memaksimalkan penggunaan e-commerce secara maksimal. Sehingga mereka memiliki daya saing dan eksistensi untuk memenuhi kesejahteraan hidupnya.
“UMKM menjadi salah satu tulang punggung ketahanan perekonomian saat pandemi berlangsung. Peningkatan kelas dan kapasitas UMKM dipercaya mampu menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara dengan perekonomian terbesar ke empat dunia pada tahun 2045. Oleh karena itu diperlukan peningkatan kualitas bagi para pelaku UMKM untuk menyongsong Indonesia emas di tahun 2045,” katanya. (KM)