JAKARTA – Selama ini, gunung berapi identik dengan lava panas dan abu vulkanik yang mematikan. Namun, tahukah Anda bahwa di balik amukannya, beberapa gunung justru menyimpan—bahkan “melahirkan” harta karun yang memesona, batu permata langka.
Fenomena geologi yang menakjubkan ini terjadi di beberapa penjuru dunia. Di Tanzania, Afrika, Gunung Kilimanjaro yang megah bukan hanya menjadi ikon benua tersebut.
Di sekeliling kakinya, tersembunyi Tanzanite, sebuah batu permata berwarna biru-ungu yang sangat langka dan hanya ditemukan di wilayah ini. Kilauannya yang memukul adalah hasil dari panas dan tekanan vulkanik ekstrem selama jutaan tahun.
Sementara itu, di seberang samudera, Gunung Kilauea di Hawaii, AS, menawarkan keajaiban lainnya. Lava panas yang mengalir dari gunung ini terkadang membawa serta butiran-butiran kecil yang dikenal sebagai “Hawaiian Green Sand”.
Pasir hijau yang berkilauan ini sebenarnya adalah mineral peridot (olivin), yang sering disebut sebagai “permata vulkanik” dan terbawa ke permukaan bersama letusan.
Proses kelahiran permata ini adalah sebuah keajaiban alam. Tekanan tinggi dan suhu ekstrem di dalam perut Bumi memaksa unsur-unsur seperti silikon, aluminium, dan magnesium untuk bersatu membentuk kristal.
Ketika magma yang membawa kristal ini menyembur ke permukaan dan mendingin dengan cepat, kristal-kristal tersebut “terjebak” dan bertransformasi menjadi batu permata alami yang kita kenal.
Menyoroti fenomena ini, Dr. Arifin, seorang Ahli Geologi dari Institut Teknologi Bandung, memberikan komentarnya.
“Fenomena gunung yang ‘menghasilkan’ permata seperti Tanzanite dan Peridot adalah bukti nyata dari dinamika Bumi yang sangat kompleks dan powerful. Proses ini menunjukkan bagaimana kondisi ekstrem di mantel Bumi dan sistem vulkanik tidak hanya menghancurkan, tetapi juga mencipta,” ujar dia.
“Setiap batu permata vulkanik adalah ‘kapsul waktu’ yang merekam perjalanan geokimia yang panjang dan unik di bawah permukaan. Kelangkaan Tanzanite, misalnya, mengindikasikan bahwa kombinasi kondisi geologi untuk pembentukannya hampir tidak mungkin terulang di tempat lain,” papar Arifin.
Fakta ini membuka mata kita bahwa gunung berapi bukan hanya simbol kehancuran, tetapi juga laboratorium alam yang melahirkan keindahan. Keberadaan permata-permata ini adalah warisan geologis yang tak ternilai harganya. (Red)