MEDAN – Ajaran Islam secara tegas menempatkan kesehatan jasmani dan rohani sebagai bagian penting dalam kehidupan umat.
Para ulama menegaskan bahwa menjaga kesehatan bukan sekadar anjuran, melainkan bagian dari tanggung jawab seorang muslim agar mampu menjalankan ibadah secara optimal.
Salah satu ulama Kota Medan, Zulfikri menyatakan, bahwa konsep hidup sehat dalam Islam telah diajarkan sejak masa Rasulullah Muhammad SAW melalui Al-Qur’an dan hadis.
“Islam mengajarkan keseimbangan hidup. Makan secukupnya, menjaga kebersihan, berolahraga, dan mengelola jiwa. Hal ini adalah perintah agama agar manusia tetap kuat dan produktif,” ungkapnya, Rabu (1/1/2026).
Dalam Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 31, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk makan dan minum, tetapi tidak berlebihan.
Prinsip ini dinilai sejalan dengan konsep kesehatan modern yang menekankan pengendalian pola makan dan pencegahan penyakit.
Menurut para ulama, konsumsi makanan halal dan thayyib menjadi fondasi hidup sehat. Halal berkaitan dengan hukum, sedangkan thayyib menekankan aspek kualitas, kebersihan, dan manfaat bagi tubuh.
Islam juga meletakkan kebersihan sebagai bagian dari iman. Kewajiban wudu, mandi wajib, dan menjaga kebersihan lingkungan merupakan praktik kesehatan yang bersifat preventif.
“Wudu lima kali sehari bukan hanya persiapan ibadah, tetapi juga menjaga kebersihan anggota tubuh dan kesehatan kulit,” ungkapnya.
Selain jasmani, Islam mengajarkan pentingnya kesehatan mental dan spiritual. Ibadah seperti salat, puasa, dan zikir diyakini mampu membentuk ketenangan jiwa dan mengendalikan stres.
Puasa, misalnya, tidak hanya berdimensi ibadah, tetapi juga terbukti melatih pengendalian diri dan pola hidup disiplin.
Dalam sejumlah riwayat, Nabi Muhammad SAW menganjurkan aktivitas fisik seperti berjalan kaki, berenang, berkuda, dan memanah.
Islam juga menegaskan pentingnya istirahat yang cukup, sebagaimana hadis yang menyatakan bahwa tubuh memiliki hak yang harus dipenuhi.
Para ulama mengingatkan bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian dari amanah Allah SWT yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.(RS)